Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal Lewat Seni, Dindikbud Purworejo Gelar Kompetisi Band

Jihan Aron Vahera • Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:30 WIB

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal melalui kegiatan seni oleh Dindikbud Purworejo pada Minggu (20/10).
Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal melalui kegiatan seni oleh Dindikbud Purworejo pada Minggu (20/10).
PURWOREJO, RADAR JOGJA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo mensosialisasikan bahaya rokok ilegal kepada generasi muda melalui bidang seni.

Yakni, melalui festival band bertajuk Band Competition di Lapangan Tenis Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo, Minggu (20/10).

Kepala Dindikbud Purworejo Wasit Diono menyampaikan, festival band tersebut diikuti oleh 14 peserta dari kalangan pelajar dan umum.

"Kegiatan festival itu, sekaligus untuk mensosialisasikan perundang-undangan tentang cukai hasil tembakau," ujarnya Minggu (20/10).

Dikatakan, kegiatan sosialisasi pada Minggu (20/10) tersebut merupakan kegiatan yang ketiga. Kegiatan pertama diselenggarakan di Lapangan Desa Piji Kecamatan Bagelen pada 31 Mei 2024, lalu di Desa Pandanrejo Kecamatan Kaligesing pada 26 Agustus 2024 lalu.

"Kegiatan sosialisasi sengaja kami kemas dalam bentuk festival band untuk menarik penonton khususnya generasi muda," imbuhnya.

Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut.

Menurutnya, band competition merupakan ajang yang sangat baik untuk menggali potensi dan bakat musik anak-anak muda kita.

Selain itu, menjadi ruang untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan produktif.

"Terlebih, kompetisi ini sebagai ajang mengkampanyekan gerakan melawan peredaran roko ilegal atau gempur rokok ilegal," sebutnya.

Dia menekankan, rokok ilegal bukan hanya merugikan dari segi kesehatan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Yaitu, merugikan negara dan membahayakan kelangsungan generasi penerus.

Endi mengungkapkan, musik adalah bahasa universal yang dapat mempersatukan semua.

Melalui band competition ini, tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berbagi, saling menginspirasi, dan memperkuat persaudaraan.

"Saya harap Band Competition ini menjadi langkah awal bagi para musisi muda Purworejo untuk melangkah lebih jauh, menggapai prestasi di kancah regional, nasional maupun internasional," harap dia.

Sementara, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Anggit Wahyu Nugroho dalam sosialisasinya menyampaikan, alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo tahun ini sekitar Rp 14 miliar.

"Tahun depan insyaallah bertambah menjadi sekitar Rp 17 miliar," katanya.

Dikatakan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT yaitu dibagi menjadi tiga bidang.

"Antara lain, bidang kesejahteraan masyarakat (kesmas) 50 persen, kesehatan 40 persen, dan penegakan hukum (gakkum) 10 persen," sambungnya.

Anggit menyebut, kegiatan festival band yang diagendakan oleh Dindikbud Purworejo merupakan salah satu kegiatan sosialisasi dengan menggunakan DBHCHT.

Yaitu, sosialisasi gempur rokok ilegal yang dikemas melalui kegiatan seni budaya. Harapannya, cukai bisa terus diterima oleh negera dan peredaran rokok ilegal semakin menurun khususnya di Kabupaten Purworejo. (han)

Editor : Bahana.
#kompetisi band #rokok ilegal #Purworejo