PURWOREJO - Letkol Inf (Purn) Lukman Hakim adalah seorang pensiunan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Resmi pensiun sejak Juli lalu, dia kemudian memilih maju bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purworejo 2024. Dia maju untuk mendampingi calon bupati Purworejo Yophi Prabowo.
"Saya meyakini, membela dan mengabdi pada negara itu bisa dengan banyak cara, tidak hanya di TNI. Menjadi seorang wakil kepala daerah pun itu merupakan pengabdian," beber mantan Dandim Purworejo, Jumat (18/10/2024).
Dia rela mengorbankan profesinya untuk membangun dan membawa perubahan untuk Kabupaten Purworejo ke arah yang lebih baik. Meski bukan asli Purworejo, dia mengaku sudah sangat nyaman tinggal di Purworejo. "Masyarakatnya masih menjunjung tinggi budaya dan agamis," ungkap pria asal Bojonegoro, Jawa Timur itu.
Lukman mengatakan, menjadi seorang tentara sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Keinginan itu tumbuh ketika melihat pamannya yang juga berprofesi sebagai seorang TNI. "Dulu paman saya sering bercerita bagaimana saat bertugas. Dari situ, saya merasa bangga dan ingin menjadi tentara sama seperti paman saya," ungkapnya.
Akhirnya, dengan tekad dan kesungguhan hati, Lukman menjadi seorang TNI pada 1993. Kemudian 2003, dia mendapatkan tugas di Aceh sebagai Komandan Tim 2 Bravo Yonif Lintas Udara (Linud) 501 selama 1,5 tahun. "Saya dan tim ditugaskan di wilayah Kabupaten Aceh Utara dan aktif berpatroli di Kecamatan Nisam, Syamtalira Bayu, dan Darussalam," kata pria kelahiran 8 November 1971 itu.
Pada 2003 itu, dia berhasil menumpas separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berkat kegigihan dan keberaniannya, dia mendapatkan piagam penghargaan dari Komandan Batalyon Infanteri LINUD 501, Letkol Inf Ferry Zein.
Dia bercerita, penumpasan separatis GAM itu bermula saat dia menemukan jejak pergerakkan anggota GAM di saat dia dan tim berpatroli selama dua minggu di wilayah. Setelah mempelajari situasi, taktis dan lapangan, mereka lalu membuat daerah penyelamat yang aman.
Suatu hari, ketika hari belum terang, mereka memutuskan untuk mencari lokasi persembunyian anggota GAM dengan menyusuri daerah pinggir Sungai Krueng Geukuh. Mereka berjalan melewati semak belukar dan merayap. "Sesampai di semak belukar, kami menemukan jejak sangat banyak. Benar saja di pinggiran sungai ada sekitar 50 anggota GAM yang sedang istirahat," sambung ayah dua orang anak itu.
Lukman mengatakan, saat itu ada salah satu personel yang sempat down karena mereka hanya berlima. "Saya waktu itu mikir saya harus tegas, karena satu orang akan bisa memengaruhi yang lain. Saya bilang ke anak buah, kalau mau mundur silakan kembali sendiri. Saya dan lainnya tetap akan terus. Akhirnya dia tidak berani mundur," kenang Lukman.
Kemudian, Luman gunakan sandi kanan kiri dan buka tembakan. Aksinya itu lalu diikuti anak buahnya samb berteriak seolah-olah mereka berjumlah banyak orang. "Mereka (GAM) akhirnya kocar-kacir," ungkap Lukman.
Diungkapkan, mereka berhasil menembak empat orang dan Lukman berhasil menembak Panglima Sagoe (salah satu wilayah di Aceh Utara). Dari empat orang GAM yang tewas itu, Lukman dan tim berhasil merebut empat senjata standar perang jenis AK47 dan MI6.
Berbekal pengalaman dan keinginan yang kuat, dia yakin mampu membawa Purworejo ke arah yang lebih baik. Jika dia dan Yophi Prabowo diberi amanah untuk memimpin Kabupaten Purworejo, ada banyak program yang telah mereka siapkan.
Salah satunya, ingin memberdayakan masyarakat dan memberikan perhatian bagi pelaku UMKM. Bentuk dukungannya yaitu dengan memberikan pelatihan, memberi akses modal, hingga pemasaran. "Pelaku UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Purworejo sehingga patut untuk diberi perhatian," tandasnya. (han/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita