RADAR JOGJA - Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz yang berlokasi di Piyungan, Bantul, berduka. Isuzu Elf yang membawa santri dan pendamping untuk mengikuti MTQ di Kota Semarang, mengalami kecelakaan di tol Bawen-Ungaran, kemarin (18/10) sekitar pukul 10.15. Akibatnya tiga santri dan seorang pendamping meninggal dunia, sementara belasan lainnya luka berat dan ringan.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani mengatakan, kecelakaan terjadi di ruas tol Km 432.600 jalur B Bawen-Ungaran. Dari penyelidikan sementara, pengemudia Isuzu Elf berpelat nomor DK 7834 AI, Muhammad Noufal Afsa, diduga kurang konsentrasi saat mendahului. Sopir berusia 19 tahun asal Umbulharjo, Kota Jogja, ini kaget ketika ada mobil lain di depan yang mengerem mendadak.
Ia lantas membanting setir ke arah kiri, sehingga menabrak pembatas jalan. "Masih kami selidiki. Berkaitan dengan kecepatan kendaraan di atas batas ketentuan," ujar Lingga kemarin.
Totak ada 25 orang di Isuzu Elf yang nahas itu. Terdiri atas sopir, 23 santri dan seorang pendamping. Dilihat dari kondisi minibus, korban tewas berada di sisi sebelah kiri kendaraan yang menghantam pembatas. Mereka mengalami luka berat yang mengakibatkan kematian.
Baca Juga: UGM Luncurkan Program Akselerator Inovasi, Jembatan Hilirisasi Riset Kampus ke Dunia Industri
Baca Juga: Sekolah Dasar di Kota Wonosari Gunungkidul Bakal Jadi Uji Coba Makan Siang Gratis
"Korban meninggal berada di sisi sebelah kiri. Sehingga kondisi korban lebih parah. Untuk sopir dalam kondisi selamat," lanjut perwira polisi ini.
Korban meninggal adalah tiga santri yakni Faiz Iftikar Azzuhdi, 16, warga Grobogan, Jateng; Syahid, 16, warga Sambas, Kalimantan Barat; Arkhan Rei, 16, warga Bekasi, Jawa Barat; serta pendamping Arifin Ilham, 18, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Lingga mengaku pihaknya masih terus menyelidiki kecelakaan tunggal ini. "Kami masih menyelidiki apakah ada kendaraan lain yang terlibat atau tidak. Begitu juga untuk faktor lainnya," ungkapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran Nana Condro mengatakan, rumah sakitnya menerima rujukan 12 pasien kecelakaan lalu lintas di IGD. Selain itu ada dua orang yang tiba sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Ada tiga pasien rujukan korban laka ini yang mengalami patah tulang. Nana mengatakan, tiga pasien ini mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Ketiga pasien dalam kondisi sadar penuh. Perlu ada penanganan lanjutan bedah tulang dan bedah plastik," ungkapnya.
Sementara ada dua pasien dengan luka sedang yang harus menjalani dirawat inap. Nana juga mengatakan kedua pasien itu dalam keadaan sadar. Sedangkan tujuh pasien rujukan lainnya sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Adanya musibah ini, dari Ponpes Bin Baz langsung bergerak cepat usai mendapat informasi kecelakaan lalu lintas di tol Bawen-Ungaran ini. Sejumlah pengurus ponpes segera menyusul ke lokasi kejadian untuk menangani santrinya.
Humas Ponped Bin Baz Sumarji mengatakan, kini semua yang terdampak kecelakaan sudah dibawa ke rumah sakit. Menurutnya, dari empat korban meninggal dunia satu di antaranya sudah dibawa ke rumah duka di Blora atas permintaan keluarga.
"Satu korban meninggal dunia lainnya akan diterbangkan ke Sumbawa, direncanakan besok (hari ini, Red)," tuturnya kemarin (18/10). Untuk proses penerbangannya akan bekerja sama dengan pihak kargo bandara.
Sementara dua korban meninggal dunia lainnya akan dibawa ke Bantul terlebih dahulu. Dua korban meninggal yang dibawa ke Jogja berasal dari Sambas, Kalimantan dan Bekasi. Sedangkan korban yang mengalami luka berat masih akan dilakukan perawatan di RS. "Sekarang masih ada empat dirawat RS, sisanya 16 yang korban luka sudah proses pulang ke Jogja," tambah Sumarji.
Disinggung mengenai sopir Elf yang masih berusia 19 tahun, Sumarji mengaku akan dikoordinasikan terlebih dahulu. Hal itu juga termasuk santri yang terdampak kecelakaan, akan ada pembicaraan lebih lanjut dengan keluarganya. (ria/ton/rul/laz)
Editor : Heru Pratomo