KEBUMEN - Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan meminta agar masyarakat tidak panik dengan ancaman gempa megathrust. Meski demikian, bukan berarti masyarakat abai terhadap segala ancaman karena gempa dahsyat megathrust adalah ancaman nyata.
Boedyo mengatakan, ancaman gempa berskala besar memang menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Hal ini tidak lepas karena Indonesia terutama wilayah Jawa dilalui jalur pertemuan tiga lempeng tektonik. "Ancaman megatrusht itu nyata. Masyarakat tidak perlu panik dan was-was berlebih. Tapi harus mitigasi sebaik mungkin," jelasnya, Jumat (18/10).
Seperti diketahui, Kebumen masuk empat daerah di Jawa selatan yang cukup berisiko terdampak gempa bumi megathrust. Selain Kebumen ada Cilacap, Purworejo dan Wonogiri.
BMKG menyebut kekuatan gempa megathrust berpotensi mencapai 8,7 skala richter. Gempa tersebut juga bisa memicu gelombang tsunami. "Kita hidup di atas lempeng tektonik. Itu ditunjukan keberadaan gunung api. Jadi gempa Itu wajar. Efeknya tsunami dan segala macam. Tinggal efeknya besar atau kecil," ujarnya.
Baca Juga: Kolaborasi Spektakuler! FSTVLST dan Fanny Soegi Siap Memukau di Milikamu Fest 2024!
Dia menerangkan, gempa merupakan bencana yang sulit diprediksi. Selain itu, gempa juga tidak serta merta datang dari perbuatan manusia. Berbeda dengan banjir atau longsor yang bisa saja dipicu akibat ulah manusia. "Megatrusht itu memang memungkinkan. Potensi itu ada karena peristiwa murni alam," ujarnya.
Pejabat di lingkungan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah ini menekankan pentingnya masyarakat memahami ancaman gempa megathrust secara umum. Dengan begitu masyarakat jauh lebih paham keutamaan mitigasi bencana.
Sejauh ini, berbagai upaya juga terus dilakukan pemerintah guna mengurangi dampak risiko jika terjadi gempa megathrust. Entah itu melalui edukasi kepada masyarakat maupun dengan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. "Kalau gempa tidak ada peran manusia. Kami sifatnya cuma bisa antisipasi supaya dampaknya tidak terlalu berat," jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kebumen Basir meminta agar BPBD mengoptimalkan peran relawan di tingkat desa. Menurutnya, relawan desa memiliki peran strategis untuk deteksi maupun penanganan dini terkait bencana. "Warga harus terlibat aktif. Fungsi relawan Destana jangan cuma label administratif," tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono menyampaikan, upaya mitigasi bencana dilakulan dengan kehadiran relawan di tingkat desa. Sejauh ini pihaknya terus mendorong masyarakat desa aktif meningkatkan kepedulian dan kesadaran bencana melalui wadah desa tanggap bencana. "Kenapa destana ini penting untuk mitigasi sekaligus kemandirian masyarakat dalam tanggap darurat bencana," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo