PURWOREJO - Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo melaksanakan prosesi wisuda ke-XIX untuk program sarjana terapan dan diploma III pada Kamis (17/10/2024) di Gedung Ganeca Convention Hall Purworejo.
Sebanyak 97 mahasiswa dari empat program studi resmi diwisuda dalam acara tersebut.
Direktur Politeknik Sawunggalih Supriono menyampaikan, para wisudawan berasal dari empat program studi, yaitu D3 Teknik Informatika, D3 Akuntansi, D3 Administrasi Bisnis, dan D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.
"Dari jumlah itu, delapan mahasiswa lulus dari D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, 32 mahasiswa dari D3 Akuntansi, 23 mahasiswa dari D3 Administrasi Bisnis, dan 34 mahasiswa dari D3 Teknik Informatika," sebutnya.
Supriono berpesan kepada para wisudawan, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengimbangi pesatnya kemajuan yang ada di dunia usaha dan industri.
"Harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi dan digital ke depan di tengah persaingan global yang semakin kompleks," pesannya.
Menurutnya, prosesi wisuda merupakan langkah awal bagi para wisudawan untuk memasuki dunia kerja maupun dunia usaha yang penuh persaingan.
"Ketika wisudawan berada di dunia kerja atau dunia usaha, itulah sebenarnya tantangan yang harus dihadapi," sambungnya.
Terlebih, revolusi industri 4.0 mengharuskan setiap individu untuk menyesuaikan diri untuk menjadi SDM yang kompeten, kreatif, dan mampu beradaptasi di era digital.
"Hal ini terutama dalam menghadapi era masyarakat baru society 5.0," ucap dia.
Untuk itu, dia berpesan agar para wisudawan terus meningkatkan kompetensi terutama untuk memenuhi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0.
"Harus adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, menguasai IT, serta menguasai bahasa Internasional demi mencapai kesuksesan di era baru ini," pesan Supriono.
Seiring perkembangan lingkungan lokal hingga global ke depan, Politeknik Sawunggalih Aji juga akan bertekad untuk terus meningkatkan kapasitas serta kapabilitas layanan akademik dan non akademik.
Dia sangat menyadari revolusi industri 4.0 dan society 5.0 akan mempengaruhi proses pendidikan. "Semua nanti akan bertumpu pada penggunaan teknologi informasi dan digital," sambung dia.
Salah satu wisudawan Wahyu Nurhidayat, (22), merupakan mahasiswa disabilitas (tuna daksa) di Polsa Kutoarjo jurusan D3 Teknik Informatika yang berhasil menyelesaikan studinya selama tiga tahun. "Alhamdulillah bisa lulus senang," ucapnya bersyukur.
Meski bukan menjadi yang terbaik, di tengah keterbatasannya dia berhasil menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Menurutnya, keterbatasan tak menghalanginya untuk terus maju.
"Setelah ini nyambi desain jadi freelancer buat mengisi kesibukan, sambil cari kerja," kata pemuda asal Desa Kesawen, Pituruh, Purworejo itu.
Dia mengaku sangat senang kuliah di Polsa Kutoarjo. Sebab, mahasiswa dan dosennya sangat solid, serta banyak membantunya selama kuliah.
"Harapannya, seteleh ini bisa membalas kebaikan orang tua yang sudah menyekolahkan saya, mengantar saya tiap hari ke kampus," harap dia.
Hadir dalam wisuda, Asisten Administrasi Umum Setda Purworejo Nancy Megawati Hadisusilo menyampaikan, apa yang diraih oleh para wisudawan merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengorbanan baik biaya, waktu, maupun pikiran.
Dengan gelar akademik yang telah diraih, para wisudawan lebih memiliki kesempatan lebih banyak untuk dapat berkiprah.
Nancy berpesan, para wisudawan merupakan generasi penerus dan kader pemimpin yang akan memikul dan meneruskan perjuangan bangsa.
"Untuk itu, kami berpesan harus memiliki pandangan jauh ke depan dalam kiprah membangun bangsa dan negara," pesan dia.
Disebutkan, untuk mewujudkan visi Purworejo Berdaya Saing 2025, keberadaan sumber daya manusia berkualitas yang ditopang tingkat kesehatan dan pendidikan yang memadai, merupakan salah satu syarat utama.
"Relevan dengan hal tersebut, keberadaan Politeknik Sawunggalih Aji Purworejo diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi tersebut," tutur dia. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita