MUNGKID - Pemkab Magelang bekerja sama dengan komunitas Campion Cabai Kabupaten Magelang mengadakan gerakan peduli petani untuk membeli sayuran dengan harga layak.
Hal ini dilakukan, menyusul harga kubis dan tomat di tingkat petani anjlok. Harga kubis Rp 500 per kilogram (kg) dan tomat Rp 700 per kg.
Kegiatan yang diadakan di lapangan drh Soepardi Sawitan itu berlangsung selama dua hari, 2-3 Oktober 2024. Dari kegiatan ini ditargetkan seluruh Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Magelang dapat membantu meringankan beban petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengatakan, kegitan ini merupakan gerakan peduli petani yang diinisiasi pemkab melalui surat edaran Sekda Kabupaten Magelang Nomor 520/2668/20/2024.
Surat itu ditujukan seluruh perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta pimpinan instansi untuk mengikuti gerakan peduli petani dengan harga layak petani.
Terlebih, harga sejumlah komoditas sayuran di lapangan tengah mengalami penurunan.
Penurunan harga tersebut terjadi di beberapa daerah, seperti sentra sayuran di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Penurunan itu diduga karena stoknya melimpah. "Karena itu, kami ingin membantu petani sayur agar tidak terlalu merugi," ujarnya, Rabu (2/10/2024).
Dia menyebut, gerakan ini akan diujicobakan selama dua hari terlebih dahulu. Di hari pertama ini, mereka menyediakan tiga hingga empat kuintal kubis, 1,5 kuintal tomat, 25 kg gram cabai, serta 25 kg loncang dan seledri.
Sayuran tersebut, sudah dikemas dalam paket dengan harga Rp 15 ribu. "Itu sudah terdiri dari beberapa sayuran. Kalau harga sayuran hari ini yang paling jatuh itu kubis. Dari data, harganya hanya Rp 500 per kg dan untuk tomat Rp 750 per kg," terangnya.
Romza menambahkan, meski beberapa komoditas sayur mengalami penurunan, namun untuk sayur jenis lainnya masih dinilai normal. Seperti harga cabai rawit sekitar Rp 30 ribu per kg dan cabai keriting sekitar Rp 10 ribu per kg.
Nantinya, lokasi gerakan itu tidak hanya di lapangan, tetapi juga di sentra sayur yang disediakan di pasar agar warga setempat bisa membantu petani.
Romza juga mendorong agar seluruh ASN di Pemda Magelang membeli produk sayuran dari petani tersebut.
Ketua Campion Cabai Kabupaten Magelang Sudarno mengatakan, sayuran yang disediakan berasal dari kelompok tani Sumber Makmur Kecamatan Ngablak.
Dia menyebut, saat ini untuk sayuran jenis kubis sedang panen raya sehingga harga jualnya menurun.
Dia menerangkan, di musim panen raya ini para petani kerap mengeluh. Lantaran hasil panennya, terutama kubis tidak ada yang berkenan membeli.
Namun, karena bekerja sama dengan Pemkab Magelang, mereka membeli kubis dari petani Rp 1.000 per kg.
"Ketika kami tanya ke petani, mereka (pedagang) tidak ada yang mau beli. Yang biasanya mereka mengambil setiap panen 2 ton sampai 10 ton, untuk saat ini mereka tidak mengambil karena katanya di pasar tidak laku," jelasnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita