Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengelolaan Efisien, Bank Sampah Anggrek Asri Jadi Contoh Studi Tiru Pengelolaan Sampah di Purworejo: Ini yang Dilakukan

Jihan Aron Vahera • Jumat, 27 September 2024 | 18:34 WIB
Studi tiru Bank Sampah Berkah Makmur Desa Clapar, Bagelen, Purworejo ke Bank Sampah Anggrek Asri Perumahan Pepabri Borokulon, Banyuurip, Purworejo, Jumat (27/9/2024).
Studi tiru Bank Sampah Berkah Makmur Desa Clapar, Bagelen, Purworejo ke Bank Sampah Anggrek Asri Perumahan Pepabri Borokulon, Banyuurip, Purworejo, Jumat (27/9/2024).

PURWOREJO - Sistem pengelolaan Bank Sampah Anggrek Asri yang berada di Perumahan Pepabri Borokulon, Banyuurip, Purworejo, dikenal terstruktur dan efisien, menjadikannya objek studi tiru bagi bank sampah lain.

Bank sampah ini tidak hanya mengelola sampah dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat finansial bagi warga.

Ketua Bank Sampah Anggrek Asri Choirunnisa mengatakan, pengumpulan sampah oleh anggota bank sampah dilakukan setiap bulan pada minggu keempat. 

"Setiap anggota wajib memilah sampahnya sebelum disetorkan," katanya, Jumat (27/9/2024).

 

 

Choirunnisa menjelaskan, pemilahan sampah penting karena setiap jenis memiliki harga jual berbeda saat dijual ke pengepul, seperti sampah buku, koran, arsip, plastik, botol, kaleng, dan masih banyak lainnya.

Petugas bank sampah akan mencatat sampah yang disetorkan dalam buku induk setoran, yang nantinya digunakan untuk mengakumulasi nilai tabungan sampah masing-masing anggota.

Sejauh ini, Bank Sampah Anggrek Asri bekerja sama dengan pengepul dari Desa Gintungan, Gebang, Purworejo.

"Pengepul datang rutin untuk menimbang sampah dan menentukan harga berdasarkan jenisnya," ujarnya.

 

Kemudian, hasil penjualan sampah tersebut dicatat dalam buku tabungan anggota, yang biasanya dibuka setiap Maret atau April dan disepakati untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

"Sisa tabungan yang tidak terpakai untuk membayar pajak bisa ditabung kembali atau digunakan untuk keperluan lainnya," jelasnya.

Pengelolaan teratur dan bermanfaat ini konsisten dilakukan oleh Bank Sampah Anggrek Asri, sehingga pengelolaannya jelas dan bermanfaat.

Menurutnya, kunci keberhasilan Bank Sampah Anggrek Asri adalah kedisiplinan dalam memilah sampah dan kerjasama yang baik dengan pengepul sampah.

"Dengan sistem yang teratur, kami bisa membantu anggota membayar PBB sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih," terangnya.

Dari pengelolaan yang baik itu menarik perhatian bank sampah lain, termasuk Bank Sampah Berkah Makmur dari Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, yang melakukan studi tiru pada Jumat (27/9/2024).

Ketua Bank Sampah Berkah Makmur Ester menyampaikan, tujuan kunjungan ini adalah untuk mempelajari proses pengelolaan sampah yang diterapkan di Bank Sampah Anggrek Asri.

Acara berlangsung dalam suasana non-formal, tetapi tetap penuh dengan antusiasme dan semangat berbagi ilmu.

"Kami berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kerjasama antarbank sampah dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," tuturnya.

Dia menambahkan langkah ini juga bertujuan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Namun, tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ester menyebut, studi tiru tersebut menjadi langkah penting bagi Bank Sampah Berkah Makmur untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah di desanya.

"Kami harap, kami bisa mengimplementasikan metode yang sama di Desa Clapar agar membantu masyarakat lebih mudah dalam mengelola sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga," harapnya.

Sementara, Camat Bagelen Sigit Kurniawan Saputro juga turut hadir dalam acara tersebut. Dia sangat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang diadakan oleh bank sampah.

Menurutnya, dengan adanya bank sampah yang terorganisasi yang baik, Desa Clapar bisa menjadi contoh pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dia berharap, studi tiru yang dilakukan di Bank Sampah Anggrek Asri dapat diimplementasikan dengan baik di Desa Clapar.

"Sehingga bank sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan saja, tapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui sistem tabungan sampah," tambahnya. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#manfaat finansial #bank sampah #objek studi tiru #Sistem Pengelolaan #Kabupaten Purworejo #Bank Sampah Anggrek Asri #memilah sampah #studi tiru