MUNGKID - Kabupaten Magelang mulai dilanda hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Warga pun diminta untuk lebih waspada karena wilayah tersebut rawan terhadap bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut, berdasarkan perkiraan dari BMKG, musim penghujan jatuh pada Oktober.
Namun faktanya, saat ini curah hujan sudah mulai tinggi. Terlebih, hujan tersebut dapat menimbulkan bencana. "Seperti rumah roboh yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngluwar kemarin (Rabu, Red) dan di wilayah Kecamatan Windusari," bebernya, Kamis (26/9).
Edi mengatakan, wilayah Kabupaten Magelang dinilai rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Sebab kondisi wilayahnya berupa tebing dan pegunungan. Namun, BPBD telah mengantisipasi hal tersebut, terutama di daerah yang kerap terkena bencana.
Seperti di wilayah Kecamatan Windusari, Kajoran, Pakis, Tegalrejo, dan Salaman. "Karena di wilayah tersebut banyak terdapat tebing yang rawan longsor dan pohon besar. Sehingga menjadi ancaman kita, termasuk banjir," katanya.
Berdasarkan data dari BPBD, sejak 1 hingga 25 September, terdapat sepuluh kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang.
Satu di antaranya berupa tanah longsor. Kemudian, tiga lainnya cuaca ekstrem, dua kejadian berupa kebakaran bangunan, serta satu kejadian berupa kebakaran hutan dan lahan. Sisanya kejadian lain.
Editor : Heru Pratomo