Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Hujan Tiba, Magelang Rawan Longsor dan Banjir: Warga Diminta Waspada Bencana Alam dan Lakukan Ini

Naila Nihayah • Kamis, 26 September 2024 | 22:30 WIB

 

WASPADA: Hujan mulai melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang.
WASPADA: Hujan mulai melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang.

MUNGKID - Beberapa hari terakhir, Kabupaten Magelang kerap dilanda hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi.

Warga pun diminta untuk lebih waspada karena wilayah tersebut rawan terhadap bencana hidrometeorologi.

Sehingga perlu adanya persiapan sumber daya manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, berdasarkan perkiraan dari BMKG, musim penghujan jatuh pada Oktober. Namun faktanya, saat ini curah hujan sudah mulai tinggi.

Sehingga warga perlu bersiap diri dan berhati-hati dalam menghadapi musim penghujan.

Terlebih, hujan tersebut dapat menimbulkan bencana. "Seperti rumah roboh yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngluwar kemarin (Rabu, Red) dan di wilayah Kecamatan Windusari," katanya, Kamis (26/9/2024).

Edi menjelaskan, kondisi wilayah Kabupaten Magelang berupa tebing dan pegunungan. Sehingga dinilai rawan terhadap bencana hidrometeorologi. 

Pun, potensi ancaman bencana hidrometeorologi ini hampir merata di semua kecamatan.

Namun, BPBD telah mengantisipasi hal tersebut, terutama di daerah yang kerap terkena bencana. Seperti di wilayah Kecamatan Windusari, Kajoran, Pakis, Tegalrejo, dan Salaman.

"Karena di wilayah tersebut banyak terdapat tebing yang rawan longsor dan pohon besar. Sehingga menjadi ancaman kita, termasuk banjir," katanya.

Berdasarkan data dari BPBD, sejak 1 hingga 25 September, terdapat sepuluh kejadian bencana di wilayah Kabupaten Magelang.

Satu di antaranya berupa tanah longsor. Kemudian, tiga lainnya cuaca ekstrem, dua kejadian berupa kebakaran bangunan, serta satu kejadian berupa kebakaran hutan dan lahan. Sisanya kejadian lain.

Sementara itu, Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengimbau, warganya untuk selalu waspada saat memasuki musim penghujan di bulan Oktober.

Dia meminta agar warga dapat menjaga lingkungannya masing-masing. Termasuk membersihkan sampah-sampah yang masih ada di selokan maupun irigasi.

"Contohnya seperti kemarin ada gerakan pemungutan sampah. Itu bisa terus dilakukan supaya tujuannya selain menjaga kebersihan, juga untuk mencegah terjadinya banjir," imbaunya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#dilanda hujan #Kabupaten Magelang #warga magelang #musim hujan #BPBD Kabupaten Magelang #bencana hidrometeorologi #Mungkid #rawan bencana