Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penghujan Selalu Genangi Sawah, Kemarau Debit Air Sungai Dulang dan Jali di Desa Krandegan, Purworejo Surut

Jihan Aron Vahera • Selasa, 24 September 2024 | 03:05 WIB

 

Kondisi debit air Sungai Dulang di Desa Krandegan, Bayan, Purworejo mengalami penurunan.
Kondisi debit air Sungai Dulang di Desa Krandegan, Bayan, Purworejo mengalami penurunan.
 

 

 

PURWOREJO - Debit air Sungai Dulang dan Sungai Jali di Desa Krandegan, Bayan, Purworejo saat ini menurun. Pengairan sawah di desa tersebut saat musim kemarau jadi terganggu.

 

Kepala Desa Krandegan Dwinanto menjelaskan, Sungai Jali dan Sungai Dulang merupakan dua sungai yang melintas di sisi utara dan barat desa tersebut. Kedua sungai tersebut bertemu tepat di sudut barat laut Desa Krandegan. "Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan Kali Cawang atau sungai bercabang," ujarnya Senin (23/9).

 

Selama ini, kata Dwinanto, keberadaan dua sungai tersebut memiliki dua sisi yang saling berlawanan. Saat musim penghujan, luapan Sungai Jali dan Sungai Dulang seringkali merendam sawah dan pemukiman warga Desa Krandegan. Sehingga, menimbulkan kerugian yang besar seperti terjadi saat  2016, 2019, dan 2022.

 Baca Juga: Tingkatkan Soft Skill dan Pendidikan Karakter Siswa Sebelum Masuk Industri, SMK SMTI Gelar Aksi Siswa Aktif

Baca Juga: BMKG Ungkap Pertumbuhan Hujan Mulai Signifikan, Berpotensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Namun, saat musim kemarau, air dari kedua sungai tersebut bisa dimanfaatkan untuk irigasi sawah dengan cara menyedotnya menggunakan pompa milik desa. Selama musim tanam ketiga tahun ini, air dari sungai Jali dan Dulang juga dimanfaatkan para petani untuk irigasi sawah dengan mengandalkan pompa air milik desa. "Baik pompa air bertenaga BBM maupun surya atau sinar matahari," lanjutnya.

 

Sayangnya, sekitar dua minggu terakhir, debit Sungai Jali dan Dulang menurun drastis. Karena, adanya pembukaan pintu Bendungan Siwatu di arah hilir. "Menurut info yang didapat dari pihak terkait, itu (pembukaan bendungan) dilakukan untuk pengerjaan talud di Desa Sidarum, di arah hulu Sungai Jali," ungkap dia.

 

Disebutkan, karena debit air sungai menurun drastis, mengakibatkan kinerja pompa air tidak bekerja maksimal untuk menaikkan air ke sawah. Dengan begitu, proses pengairan sawah menjadi terganggu.

Baca Juga: Nahas! Penemuan 7 Mayat Mengapung di Sungai Cileungsi. Begini Penjelasan Polisi!

Baca Juga: Prediksi Real Betis vs Mallorca La Liga Selasa 24 September Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

"Proses penutupan (pintu bendung) rencananya masih akan dilakukan seiring proses pembangunan talud sampai bulan depan," lanjut Dwinanto.

 

Untuk itu, Pemerintah Desa Krandegan berencana untuk membendung aliran Sungai Dulang dengan pasir yang dimasukkan ke dalam karung. Pihaknya akan mengadakan kerjabakti untuk menumpuk karung-karung tersebut. "Rencana akan kami lakukan besok (24/9) sampai selesai di dekat pompa air Bojong Wetan sebelah barat," katanya.

 

Dia berharap, dengan bendungan sederhana yang sifatnya sementara tersebut dapat menaikkan debit air. Dan, kinerja pompa air dapat kembali optimal. "Saya berharap para petani dapat membantu proses pengerjaan bendungan tersebut sehingga pengairan sawah bisa kembali maksimal dan lancar," tandas dia. (han)

Editor : Heru Pratomo
#kemarau #Dulang #debit air #desa #sungai #Purworejo