Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konsisten Lestarikan Budaya Jawa, Permadani Purworejo Kini Beranggotakan 450 Orang

Jihan Aron Vahera • Minggu, 22 September 2024 | 19:43 WIB

Kegiatan pawiyatan dari Permadani Kabupaten Purworejo untuk melestarikan budaya Jawa beberapa waktu lalu.
Kegiatan pawiyatan dari Permadani Kabupaten Purworejo untuk melestarikan budaya Jawa beberapa waktu lalu.
PURWOREJO - Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Purworejo ada sejak 2013.

Sedari tahun itu pula, perkumpulan tersebut konsisten melestarikan budaya Jawa.

Ketua Permadani Kabupaten Purworejo Amri Nurman Triyono menyampaikan, Permadani di Kabupaten Purworejo sudah sampai Bregada atau angkatan ke IX.

"Ada sekitar 450 anggota yang tersebar di seluruh Purworejo yaitu para pendidik atau guru, perangkat desa, hingga PNS," ujarnya Minggu (22/9).

Dia menjelaskan, Permadani tidak hanya mencetak pembawa acara saja, tapi juga kepermadenan.

Yakni, yanh paling penting adalah mengembalikan orang Jawa ke Jawanya.

"Wong Jowo Sik Njawani, itu tujuan utama Permadani, karena sekarang banyak sekali wong jowo sik ilang jowone," sebut dia.

Misalnya, pada saat mau lewat di depan orang tua, jarang orang yang menunduk. Kemudian, berbicara dengan orang tua juga sikap berbicara dengan ngoko, bicara dengan nada tinggi.

"Kami ingin mengembalikan marwah wong jowo sik njawani. Kalau untuk pembawa acara itu kami hanya sampingan, wis mesti bisone," tegasnya.

Amri melanjutkan, Permadani saat ini telah tersebar di seluruh nusantara dan tidak hanya mempelajari bahasa Jawa.

Tetapi, menyesuaikan wilayah yang ditempati. Di Kabupaten Purworejo, kegiatan dimulai sejak 2013 lalu.

Yaitu, rutin menggelar pawiyatan. Namun, sempat vakum dan mulai berkegiatan kembali pada 2015.

"Kami rutin menggelar pawiyatan setiap Sabtu di Gedung PKK Kabupaten Purworejo," ungkapnya.

Diungkapkan, permadani di Purworejo dalam satu Bregada atau angkatan melaksanakan pawiyatan kurang lebih selama enam bulan.

Dalam seminggu dilakukan, satu kali Pawiyatan atau kurang lebih 26 kali pertemuan.

"Selain pertemuan dikelas juga ada gladen (belajar bersama) kelompok secara dor to dor kerumah- rumah. Untuk lebih menyesuaikan dengan kurikulum sekarang, kurikulum merdeka, merdeka belajar," sambungnya.

Sementara, untuk pamong pawiyatan atau pengajar di Permadani Purworejo ada 15 orang pamong dengan jadwal bergilir.

Para peserta akan diberi materi tentang kebudayaan Jawa seperti seni berbusana jawa, padhuwungan (keris), sastra Jawa, adat jawa mulai kelahiran, menikah sampai kematian, dan lain-lain.

"Peserta pawiyatan ada juga yang dari anak SD, kami sangat menyambut baik itu," kata dia.

Dikatakan, para peserta pawiyatan berpartisipasi karena biasanya mereka yang dibutuhkan oleh lingkungan.

Yaitu, dari kemauan diri sendiri atau juga karena tuntutan dari instansi tempat mereka bekerja.

"Misalnya, perangkat desa karena sekarang diwajibkan atau diharuskan bisa berbahasa Jawa saat sambutan," imbuhnya. 

Editor : Bahana.
#Permadani #Purworejo