MUNGKID - Seorang pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam paguyuban Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKBM) berjualan di seberang Museum dan Kampung Seni Borobudur.
Upaya itu dilakukan sebagai bentuk protesnya karena tidak mendapat lapak di lokasi tersebut.
Ketua Paguyuban SKMB Muhammad Zulianto menuturkan, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai hak lapak bagi para pedagang.
Karena itu, dia berinisiatif untuk berjualan di seberang Museum dan Kampung Seni Borobudur mulai Jumat (20/9/2024). Tepatnya di jalur pematang sawah.
Nantinya, pedagang lain anggota SKMB juga akan berjualan di lokasi yang sama dengan dirinya.
"Saya baru mengawali. (Hari) Minggu besok, kami yang belum mendapat lapak, akan berjualan di sini (seberang kampung seni). Karena kami juga butuh untuk mencari nafkah," katanya saat ditemui, Jumat (20/9/2024).
Ada lebih dari 350 pedagang yang belum mendapat lapak di Museum dan Kampung Seni Borobudur.
Para pedagang itu, terpaksa menganggur di rumah dan sebagai pedagang asongan. Beberapa di antaranya berjualan di tepi Jalan Medang Kamulan dan memilih pekerjaan lain.
Sebelumnya, mereka juga tidak mendapat lapak sementara di dekat eks kandang gajah.
Zulianto menegaskan, anggota paguyuban SKMB akan terus berjuang mendapatkan hak lapak. "Supaya diperhatikan. Bisa ada win win solution," ujarnya.
Selama ini, dia menyebut, telah melakukan berbagai macam cara agar keinginannya didengar.
Mulai dari dialog hingga melakukan aksi. Hanya saja, upaya itu belum mendapat tanggapan dari PT TWC. Padahal, sedari awal, mereka tercatat dalam data verifikasi dari Pemdes Borobudur.
Karena itu, mereka meminta jaminan hak atas lapak pedagang di Museum dan Kampung Seni Borobudur di bawah naungan PT TWC. Bukan di bawah naungan kelompok manapun.
"Itu (lapak) memang hak kami. Sudah dijamin. Tapi, sampai sekarang kami tidak dapat lapak," sebut dia.
Corporate Secretary Group Head PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti mengatakan, TWC saat ini masih fokus pada proses transisi dan uji coba alur kunjungan baru.
"Hal itu seiring dengan mulai beroperasinya fasilitas-fasilitas baru di Kawasan Candi Borobudur," jelasnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita