MUNGKID - Pada 20 Oktober mendatang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan resmi purna tugas.
Dia mengaku, bakal terjun ke dunia pertanian dan melakukan sejumlah research. Termasuk genomic sequencing.
Saat meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur, dia mengapresiasi seluruh kinerja jajarannya, kementerian lain, dan seluruh pihak.
Dia juga menyampaikan permohonan maafnya. Termasuk kepada awak media karena selama ini dinilai telah mendukungnya.
"Dalam beberapa minggu ke depan, saya akan selesai dinas sebagai Menko Marves. Saya tahu di sana-sini pasti ada kurang dan lebihnya. Saya mohon maaf karena saya hanya manusia yang penuh dengan kekurangan," akunya, Kamis (19/9/2024).
Sederet jabatan pernah diemban oleh jenderal bintang empat itu. Jabatan terakhirnya sebagai Menko Marves sejak 2019.
Kemudian, menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dari Juli 2016 hingga Oktober 2019. Lalu, menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) mulai Agustus 2015 hingga Juli 2016.
Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Presiden Joko Widodo. Lalu, Menteri Perdagangan dan Perindustrian dalam kabinet Presiden Abdurrahman Wahid. Serta pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura dari tahun 1999 hingga 2000.
Dia mengaku puas karena telah menyumbangkan banyak hal untuk kebaikan negara.
"Setelah 20 Oktober, saya tidak tahu apa yang mau saya kerjakan. Tapi, saya tahu kalau saya pensiun, saya akan mengerjakan pertanian. Mengurus research dan genomic sequencing," paparnya.
Sementara aktivitas lain, dia belum memikirkannya. Kendati sudah pensiun, dia ingin hadir dalam sejumlah public hearing atau diskusi publik.
Karena menurutnya, hal itu juga ditujukan untuk Indonesia. "Karena persatuan kesatuan menurut saya adalah kunci," imbuhnya.
Luhut juga mengomentari soal era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dinilai sudah berjalan dengan baik.
Dia menyebut, ada digitalisasi, hilirisasi, e-katalog, dan lainnya. Namun, menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu diselesaikan. Termasuk persatuan dan kesatuan.
Dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, dia memprediksi, Indonesia akan menjadi high income country.
Pertumbuhan ekonominya akan terus tumbuh sedikit demi sedikit.
"Kita harus kompak. Tapi memang perlu waktu. Percayalah, pemerintahan yang akan datang saya kira akan melakukan tugasnya dengan baik," lontarnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita