Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ceritakan Masa Kecilnya, Bupati Kebumen: Relokasi Pasar Pagi agar Tak Kehujanan dan Kepanasan

Muhammad Hafied • Rabu, 18 September 2024 | 03:55 WIB
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto datang ke Pasar Tumenggungan untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang terkait Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kemarin.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto datang ke Pasar Tumenggungan untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang terkait Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kemarin.


KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan, relokasi pedagang pasar pagi bukan datang secara tiba-tiba. Melainkan telah melalui pertimbangan matang. Salah satu faktor pertimbangan penting relokasi tak lain soal keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang.

Arif mengatakan, relokasi pedagang pasar pagi memang perlu dilakukan. Mengingat selama ini para pedagang tercecer di area parkir Pasar Tumenggungan. Mereka hanya mengandalkan lapak tanpa atap dan dinding.

"Pemindahan pasar pagi supaya lebih manusiawi. Tidak kepanasan, tidak kehujanan," jelas Arif saat sosialisasi Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Pasar Tumenggungan, Selasa (17/9).

Baca Juga: Universitas Widya Mataram Coba Mewujudkan Peradaban lewat Budaya Akademik bagi Mahasiswa

Baca Juga: Sopir Fortuner yang Tabrak Dua Lansia hingga Meninggal di JJLS Belum Punya SIM tapi Tak Ditahan, Ini Kata Polisi

Arif mengaku, dia dibesarkan dari keluarga pedagang. Oleh karena itu, dirinya tak sampai hati ketika melihat penderitaan para pedagang. Lalu, sebagai bentuk komitmen dia berupaya agar pedagang pasar pagi lebih aman dan nyaman.

"Keluarga saya pedagang, perihnya pedagang saya paham. Sakit rasanya kalau tempat dagang tidak nyaman," ungkap dia.

Arif sadar, keberadaan pasar konvensional kini berangsur mulai ditinggalkan seiring perkembangan transaksi online. Namun, kondisi tersebut menurutnya bukan menjadi alasan masyarakat berhenti mencari rezeki.

Di lain sisi, pemerintah juga dituntut agar pasar tradisional tetap eksis sebagai tempat perputaran ekonomi. "Tidak mungkin saya membiarkan kepedihan masyarakat dan pedagang. Ketika semua nyaman, rezeki pasti enak datang," ucapnya.

Dia menyebut, banyak hal yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung geliat ekonomi di pasar tradisional. Antara lain melalui program gerakan ASN belanja di pasar tradisional.

Baca Juga: Tes Tekanan Darah, Gula Darah dan Kolesterol untuk Daftar KPPS di KPU Kabupaten Magelang 

Baca Juga: Keracunan Massal usai Hadiri  Acara Keagamaan di Wonosari, Sembilan Warga Harus Opname di RS

Selain itu, meringankan beban biaya melalui restrukturisasi retribusi pasar. Kedua langkah tersebut menurutnya sebagai bentuk intervensi pemerintah kepada para pedagang pasar.

"Dukungan ke pedagang tidak kurang. Program sudah berjalan. Sampai pembatasan minimarket di dekat pasar," beber Arif.

Sementara itu, Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menambahkan, pihaknya sedang menyiapkan bangunan agar pedagang pasar pagi berada di tempat yang layak.

Saat ini proyek pembangunan pasar pagi masih berlangsung dengan target penyelesaian pada September 2024. "Kalau hujan kasihan. Total itu ada 761 pedagang yang akan menempati bangunan baru," terangnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#belanja #kebumen #Pasar Tumenggungan #bupati kebumen #Arif Sugiyanto #pasar pagi #ASN #pedagang #pasar tradisional