KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan, relokasi pedagang pasar pagi bukan datang secara tiba-tiba. Melainkan telah melalui pertimbangan matang. Salah satu faktor pertimbangan penting relokasi tak lain soal keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang.
Arif mengatakan, relokasi pedagang pasar pagi memang perlu dilakukan. Mengingat selama ini para pedagang tercecer di area parkir Pasar Tumenggungan. Mereka hanya mengandalkan lapak tanpa atap dan dinding.
"Pemindahan pasar pagi supaya lebih manusiawi. Tidak kepanasan, tidak kehujanan," jelas Arif saat sosialisasi Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Pasar Tumenggungan, Selasa (17/9).
Baca Juga: Universitas Widya Mataram Coba Mewujudkan Peradaban lewat Budaya Akademik bagi Mahasiswa
Arif mengaku, dia dibesarkan dari keluarga pedagang. Oleh karena itu, dirinya tak sampai hati ketika melihat penderitaan para pedagang. Lalu, sebagai bentuk komitmen dia berupaya agar pedagang pasar pagi lebih aman dan nyaman.
"Keluarga saya pedagang, perihnya pedagang saya paham. Sakit rasanya kalau tempat dagang tidak nyaman," ungkap dia.
Arif sadar, keberadaan pasar konvensional kini berangsur mulai ditinggalkan seiring perkembangan transaksi online. Namun, kondisi tersebut menurutnya bukan menjadi alasan masyarakat berhenti mencari rezeki.
Di lain sisi, pemerintah juga dituntut agar pasar tradisional tetap eksis sebagai tempat perputaran ekonomi. "Tidak mungkin saya membiarkan kepedihan masyarakat dan pedagang. Ketika semua nyaman, rezeki pasti enak datang," ucapnya.
Dia menyebut, banyak hal yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung geliat ekonomi di pasar tradisional. Antara lain melalui program gerakan ASN belanja di pasar tradisional.
Baca Juga: Tes Tekanan Darah, Gula Darah dan Kolesterol untuk Daftar KPPS di KPU Kabupaten Magelang
Baca Juga: Keracunan Massal usai Hadiri Acara Keagamaan di Wonosari, Sembilan Warga Harus Opname di RS
Selain itu, meringankan beban biaya melalui restrukturisasi retribusi pasar. Kedua langkah tersebut menurutnya sebagai bentuk intervensi pemerintah kepada para pedagang pasar.
"Dukungan ke pedagang tidak kurang. Program sudah berjalan. Sampai pembatasan minimarket di dekat pasar," beber Arif.
Sementara itu, Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menambahkan, pihaknya sedang menyiapkan bangunan agar pedagang pasar pagi berada di tempat yang layak.
Saat ini proyek pembangunan pasar pagi masih berlangsung dengan target penyelesaian pada September 2024. "Kalau hujan kasihan. Total itu ada 761 pedagang yang akan menempati bangunan baru," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo