MUNGKID - Hampir dua tahun kondisinya memprihatinkan, kini jembatan di Dusun Gunungsari, Gulon, Salam akhirnya diperbaiki.
Pondasi tiang penyangga bagian tengah jembatan miring dan tergerus lantaran derasnya aliran Sungai Blongkeng.
Sebelumnya, warga setempat berinisiatif untuk memberi empat bambu panjang sebagai menyangganya.
Sementara bagian jalan, juga dipasang sasak bambu. Agar bisa dilewati pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor.
Camat Salam Wiharyanto mengatakan, status jembatan itu merupakan jalan penghubung antardesa.
"Itu (jembatan) mengubungkan antara Desa Gulon, Salam dengan Desa Gunungpring, Muntilan. Bisa dikatakan, jadi jalur alternatif warga," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (12/9/2024).
Pada 2012, jembatan itu hanya beralaskan sasak bambu. Tetapi, melihat mobilitas warga semakin padat, akhirnya warga meminta bantuan kepada Pemdes Salam agar bisa diperbaiki. Bantuan itu pun turun dan warga mulai membangun jembatan cor pada 2017.
Kemudian pada 2022, Pemdes Golun mendapat bantuan dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan jembatan itu dicor kembali.
Namun, selang dua minggu, jembatan diterjang air sungai dan membuat tiang penyangganya miring.
Bahkan, konstruksi jalan ikut melengkung dan mengalami keretakan pada beberapa titik. Alhasil, ditutup sementara.
Karena merupakan jalur alternatif, warga berinisiatif membuat sasak bambu dan bisa dilewati kembali. Warga juga telah melaporkan kondisi jembatan itu kepada pemerintah kecamatan.
Akhirnya, pada 2024 ini, pemerintah kecamatan mendapat bantuan dari Kementerian PUPR untuk membangun kembali jembatan tersebut.
"Kalau tidak ada jembatan itu, warga harus memutar lebih jauh sekitar 2 kilometer untuk sampai di Salam atau Muntilan. Alhamdulillah ini mulai dibangun dari Kementerian PUPR," ujarnya.
Rencananya, jembatan itu akan ditingkatkan menjadi sabo dam. Karena Sungai Blongkeng dapat dialiri lahar dingin Gunung Merapi. Namun, dia tidak tahu persisnya.
"Mungkin nanti ada semacan (sabo) dam. Targetnya selesai di tahun ini. Kalau anggarannya, saya kurang paham. Kami berharap, dengan adanya pembangunan itu, dapat memfasilitasi warga setempat," jelasnya.
Warga Dusun Ngadisalam Sunarimo, (64) mengatakan, jembatan itu biasanya dilewati warga dari Ngadisalam menuju Gunungsari.
Saban pagi, banyak anak sekolah yang memilih untuk lewat jembatan itu untuk bersekolah di Kecamatan Ngluwar karena dinilai lebih dekat.
Sebelumnya, kondisi jembatan itu memang memprihatinkan. Pondasi tiang penyangga bagian tengah jembatan miring.
"Dulu cornya rusak. Warga tidak tahu, jadi ditambahi cor lagi. Tapi, pondasinya justru amblas dan dikasih sasak bambu," terangnya.
Sunarimo bersyukur, jembatan tersebut dibangun kembali oleh pemerintah. Hal itu praktis akan sangat membantu warga.
Dia menyebut, jembatan itu ditutup untuk umum sejak dua hari lalu. Sebab pembangunan jembatan mulai berjalan.
Warga pun diminta untuk mencari alternatif jalan lain apabila hendak menuju Gunungsari, ataupun sebaliknya.
"Pembangunan ini tentu akan sangat membantu warga. Kalau tidak lewat sini, nanti mutar jauh," tambahnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita