Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemarau Lebih Singkat, Petani Tembakau di Desa Karangmulyo Purworejo Panen Lebih Awal: Harganya Tetap Menggiurkan, Begini Strategi Petani

Jihan Aron Vahera • Kamis, 12 September 2024 | 17:49 WIB

 

Para petani tembakau di Desa Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo sudah mulai memasuki masa panen tanaman tembakau.
Para petani tembakau di Desa Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo sudah mulai memasuki masa panen tanaman tembakau.

PURWOREJO - Musim kemarau tahun 2024 ini lebih singkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski begitu, para petani tembakau di Desa Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo, tetap melakukan panen raya tembakau lebih awal.

"Sudah bertahun-tahun kami para petani Karangmulyo membudidayakan tembakau, karena hasil panen tanaman tembakau jauh lebih bagus dibanding komoditas lain seperti padi dan palawija," kata salah satu petani tembakau di desa Karangmulyo, Supriyanto, Kamis (12/9/2024).

Selama ini, petani tembakau di desa tersebut membudidaya varietas Bandungan Dowo dan Bendungan Ciut. Namun, ada beberapa petani yang mengembangkan varietas tembakau Sayangan.

Setiap musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Sebab, di musim tersebut para petani di Desa Karangmulyo akan berbondong-bondong menanam tembakau.

Saat ini, sebagian besar petani sudah mulai panen. "Sudah sejak pertengahan Agustus lalu (panen)," ujarnya.

Namun, kemarau yang lebih singkat tahun ini memengaruhi kualitas tembakau yang dihasilkan.

Tembakau tumbuh lebih baik di musim kemarau panjang karena tanaman ini tidak memerlukan banyak air.

Saat kemarau lebih lama, tembakau bisa matang sepenuhnya di ladang, yang meningkatkan kualitas dan harga jualnya.

"Harganya juga lebih bagus, karena tanaman tembakau biasa betul-betul tua di ladang," jelasnya

Tetapi, tahun ini banyak tanaman dipanen sebelum waktunya karena musim kemarau yang lebih singkat. Tak sedikit tembakau yang dipanen sebelum benar-benar tua.

Supriyanto menyebut, untuk mengantisipasi agar harga jual tembakau tetap tinggi, sebagian besar petani di desanya menjual tembakau dalam bentuk tembakau kering.

Setelah panen, daun tembakau dirajang tipis dan dijemur sebelum dijual. Sehingga dari sisi harga jual akan lebih bagus.

Harga tembakau per kilogram dari petani berkisar antara Rp 100 ribu untuk perawatan biasa.

"Kalau perawatan standar, kami patok Rp 150 ribu perkilogram," jelasnya.

Padahal, setiap kali panen, para petani di desa itu bisa menghasilkan sekitar 4 ton tembakau kering.

Para petani tembakau di Desa Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo sudah mulai memasuki masa panen tanaman tembakau.
Para petani tembakau di Desa Karangmulyo, Purwodadi, Purworejo sudah mulai memasuki masa panen tanaman tembakau.

Supriyanto mengajak para petani untuk menerapkan perawatan standar dalam budidaya tembakau. Baik dari pengolahan pra tanam hingga masa perawatan.

Mengingat, dengan perawatan standar akan sangat berpengaruh dengan kualitas tembakau dan harga juga lebih tinggi.

Perawatan standar yang dimaksud meliputi penyiraman dua kali sehari pada awal masa tanam, sekali sehari setelah usia seminggu, serta pemupukan yang dilakukan tiga kali selama musim tanam dan sebagainya.

Bedanya, tanaman tembakau dengan perawatan standar akan menghasilkan tembakau dengan aroma dan rasa yang lebih bagus.

Bahkan, berpengaruh juga dengan nikotin. "Selain itu, tembakau dengan perawatan standar saat disimpan bisa bertahan bertahun-tahun," tambahnya. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#petani tembakau #Panen raya tembakau #Desa Purwodadi #Musim kemarau 2024 #Purworejo