MUNGKID - Sejumlah proyek pembangunan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur siap diresmikan. Seperti zona hijau di kompleks TWC Borobudur, lapangan olahraga Borobudur, TPST Pasuruhan, Museum & Kampung Seni Borobudur, hingga Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Sawitan.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menyampaikan, beberapa proyek tersebut rencananya akan segera diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat. Dalam agenda rapat Pelestarian Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia secara virtual, Sepyo menyampaikan progres pembangunannya.
Dia menyebut, berdasarkan data, proyek pembangunan TPST Pasuruhan sudah mencapai 80 persen. Kendati demikian, untuk sarana mesin pengolahan sampah di TPST Pasuruhan ini sudah bisa dioperasikan.
Baca Juga: PSS Sleman Hadapi Borneo FC, Menang atau Semakin Terbenam
Baca Juga: 84 Mahasiswa Poltek Nuklir Jogja Wisuda, 80 Persen Lulusan Diserap Perusahaan untuk Bekerja
"Saat ini progres pembangunan TPST Pasuruhan sudah 80 persen dan mesin pengolahan sampahnya sudah bisa beroperasi. Sedangkan masjid, sudah 100 persen siap diresmikan, tinggal menambah beberapa fasilitas penunjang," bebernya di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Rabu (11/9).
Selain itu, pemkab juga sudah menindaklanjuti terkait finalisasi pemindahan ribuan pedagang kaki lima (PKL) ke Museum & Kampung Seni Borobudur. Nantinya, pemkab akan menggelar rapat koordinasi dengan jajaran forkompimda pada Jumat mendatang.
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves Odo RM Manuhutu menyebut, sebelumnya telah melakukan rapat dengan semua kementerian terkait tentang progres pembangunan DPSP Borobudur. Dia mengatakan, dari 101 isu yang ada, 95 persen di antaranya sudah dalam status selesai.
Selain itu, dia mengatakan, progres pembangunan TPST Pasuruhan hingga saat ini sudah sangat baik. Yang sebelumnya menimbulkan bau, kini sudah dapat teratasi dan tidak menimbulkan bau.
Baca Juga: Kualitas Udara di Kota Jogja Masih Baik tapi Menurun, DLH Jelaskan Penyebabnya
Terlebih, ketinggian timbunan sampah pun sudah berkurang menjadi 18 meter. "TPST ini sudah mampu mengelola 100 Ton sampah Refuse Derived Fuel (RDF) per hari menggunakan mesin pengolahan sampah yang 100 persen menggunakan produk dalam negeri," papar Odo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pada saat peresmian TPST Pasuruhan, kabupaten/kota di sekitar Kabupaten Magelang juga diundang. Sehingga bisa menjadi TPST percontohan.
"Kalau bisa nanti saat peresmian TPST ini Kepala Daerah baik bupati/wali kota di sekitar juga diundang agar mereka bisa mencontoh pengolahan sampah RDF ini," harap Luhut. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo