MUNGKID - Sederet nama purnawirawan jenderal TNI dan Polri dikabarkan menjadi tim pemenangan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen pada Pilkada 2024.
Beberapa purnawirawan itu antara Letjen TNI (Purn) AM Putranto, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, hingga mantan Gubernur Jawa Tengah Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo.
Luthfi mengaku, tidak ada strategi khusus yang digunakan setelah mereka bergabung dalam tim pemenangan.
"Yang jelas kita semuanya harus bekerja untuk menampung aspirasi masyarakat," ujarnya usai kunjungan di Pasar Talun, Rabu (11/9/2024).
Luthfi menjelaskan, terkait tim sukses (timses) itu sudah menjadi tugas mereka untuk bekerja sesuai tupoksinya.
Sebab dalam kontestasi Pilkada 2024 ini, dia mengutamakan prinsip demokrasi. Dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.
"Biarlah mereka yang bekerja. Tetapi, (tim pemenangan dari kalangan purnawirawan) tidak ada kaitannya dengan kedinasan yang semuanya kita lakukan," sambungnya.
Saat disinggung soal survei yang dilakukan oleh Lembaga survei Kanigoro Network pada Pilgub Jateng, dia menyebut, tidak melihatnya.
Hasil survei yang dilangsungkan pada 1-6 September di 35 kabupaten/kota di Jateng itu, persentase yang diperoleh pasangan Luthfi dan Taj Yasin lebih unggul.
Dengan tingginya hasil survei, itu berarti ada potensi pasangan Luthfi-Taj Yasin digadang-gadang dapat merajai perolehan suara di Jateng.
Meski selama ini, Jateng menjadi kandang 'banteng'.
"(Berpotensi merebut teritori PDIP di Jateng) nggak ada perebutan. Yang ada adalah bagaimana kita bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, tinggi atau rendahnya hasil survei, tidak berpengaruh terhadap upaya yang dilakukan. Sebab, survei yang diadakan oleh sejumlah lembaga hanya bersifat penunjang.
"Nggak papa (survei tinggi). Yang penting (tugas) kita kerja, kerja saja. Survei kan penunjang," imbuhnya.
Untuk diketahui, pasangan Luthfi-Taj Yasin diusung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PKB, Partai Nasdem, PPP, PAN, Partai Demokrat, dan PSI. Sementara pasangan Andika Perkara dan Hendrar Prihadi diusung oleh PDIP. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita