RADAR JOGJA - Kantor Kementerian Agama Kebumen (Kemenag) Kebumen mulai menggalakan program literasi dari dalam masjid. Program tersebut sengaja digagas agar keberadaan masjid tak hanya sekadar tempat ibadah, tapi juga memiliki fungsi sebagai pusat pembinaan dan peningkatan literasi masyarakat.
Kepala Kemenag Kebumen Sukarno mengatakan, pihaknya berharap nantinya di setiap masjid memiliki perpustakaan dengan bahan bacaan lengkap. Dalam pencanangan program ini pihaknya melibatkan penyuluh agama untuk memastikan program berjalan efektif.
"Penyuluh tugasnya menumbuhkan kesadaran bahwa perpustakaan di masjid juga penting. Bukan cuma sebagai tempat ibadah mahdlah saja," kata Sukarno, Kamis (29/8).
Baca Juga: Tundukkan India, Atlet Para Badminton DIJ Qonitah Raih Kemenangan Perdana di Paralimpiade Paris 2024
Sukarno menjelaskan, program literasi di masjid ini berjalan atas kerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen. Dia pun berharap minat baca masyarakat dapat meningkat seiring pemberlakuan program tersebut.
"Segera buat perencanaan, struktur pengelola dan segera lakukan aksi nyata," pesan Sukarno kepada penyuluh agama.
Sukarno menerangkan, pada masa rasul fungsi masjid digunakan sebagai sarana pendidikan, menumbuhkan nilai sosial serta sarana perjuangan. Bahkan, pada zaman rasul masjid juga difungsikan sebagai tempat musyawarah sekaligus mengatur strategi perang.
Dari hal ini dia ingin masjid di Kebumen lebih berdaya karena meniru rasul terdahulu. Apalagi jumlah masjid di Kebumen cukup banyak, sekitar 1.733 masjid. Kondisi ini menurutnya akan menjadi kekuatan tersendiri.
Baca Juga: Tersangka Pungli di Lapas Cebongan Ditahan, JCW Meminta Polres Sleman Tak Berhenti pada Satu Orang
"Saya ingin setiap kecamatan ada satu contoh perpustakaan dengan manajemen yang baik," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Perpustakaan Disarpus Kebumen Setya Birawa sangat menyambut baik program inisiatif dari Kemenag Kebumen. Menurutnya, keberadaan perpustakaan di masjid merupakan ide cukup masuk akal. Sebab, masjid termasuk tempat pusat peradaban.
"Perpustakaan di masjid bisa menjadi sumber informasi terpercaya, terutama mengenai ajaran Islam. Apalagi sekarang banyak disinformasi melalui perangkat digital," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo