MUNGKID - Sebanyak 308 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) dapat bernapas lega.
Sebab, mereka telah dinyatakan lulus per Senin (26/8/2024) dan siap menghadapi tantangan baru.
Termasuk menjadi penggerak pembangunan pertanian.
Dari 308 wisudawan itu, terdiri dari 230 wisudawan program reguler dan 78 wisudawan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program RPL merupakan salah satu program khusus yang diselenggarakan guna mengakomodasi para penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menempuh pendidikan sarjana.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian menjadi salah satu faktor kemajuan pertanian di Indonesia.
"Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. SDM inilah yang dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan, wisuda bukan sebagai akhir dari perjalanan akademik. Melainkan sebagai awal dari tatangan baru.
"Semoga ilmu yang didapatkan dapat diaplikasikan dengan baik," ujarnya.
Plt Kapusdiktan, Kementan Inneke Kusumawaty menambahkan, alumni Polbangtan YoMa serta lembaga pendidikan di lingkungan Kementan dapat tumbuh menjadi penggerak pembangunan pertanian.
"Saat ini, Kementan di bawah BPPSDMP sedang mengembangkan kawasan Indonesia Modern Agriculture for Millennial Corporation (IMAM Corp). Alumni kita yang akan menjalankan korporasi yang dibangun di 8 provinsi sebagai pilot project," katanya saat menghadiri Wisuda Sarjana Terapan ke-6 Polbangtan YoMa tahun akademik 2023/2024, Senin (26/8/2024).
Setelah lulus dari Polbangtan YoMa, dia berharap, mahasiswa tidak berhenti berproses. Melainkan terus meningkatkan kapasitas hidup mereka sebagai petani milenial.
"Kami sangat berharap ke depannya mereka akan terus berkembang sebagai insan pertanian yang memiliki jiwa wirausaha dan berdaya saing," imbuhnya.
Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengatakan, momentum wisuda ini menjadi titik dimulainya pengabdian kepada masyarakat secara nyata. Baik di lingkungan masyarakat, dunia usaha, maupun dunia industri.
"Harapannya, para wisudawan dapat menjadi agen perubahan, berpikir lebih sistematis, bekerja lebih cerdas dan tuntas, serta tidak gamang dalam mengambil satu keputusan," ujarnya.
Menurutnya, Polbangtan YoMa sebagai salah satu pendidikan vokasi di lingkungan Kementan bertugas untuk menyiapkan SDM yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.
Demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Terlebih, keberhasilan berbagai programyang dicanangkan terletak pada kapastitas dan kapabilitas SDM-nya.
Dia menyebut, Polbangta YoMa telah berkontribusi dalam menyukseskan program-program utama Kementan seperti pengawalan kegiatan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di Jateng dan DIY.
Kemudian, pendampingan petani milenial, duta petani milenial, serta duta petani andalan di Jateng dan DIY.
Lalu, bimbingan teknis bagi petani dan penyuluh pertanian secara tematis, serta program lainnya.
Bambang menambahkan, sektor pertaniaan saat ini membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrososiopreneur, pencetus ide, inovator, serta motor penggerak pembangunan daerah.
"Smart farming harus bisa diaplikasikan demi kemudahan, efektivitas, dan produktivitas meningkat," tambahnya.
Dia berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi sosok yang tegar, berwibawa, serta dapat memberikan solusi di masyarakat.
"Kalian harus berpikir positif. Tantangan dan rintangan akan menghadang. Maka, hadapilah dengan tegar. Selalu lakukan instrospeksi diri agar tidak melakukan kesalahan yang sama," pesannya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita