Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beringas! Massa Geruduk Kantor KPU hingga Bakar Ban pada Simulasi Pengamanan Pilkada di Kota Magelang

Naila Nihayah • Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:18 WIB

 

ANARKIS: Para pengunjuk rasa terus berusaha membobol barikade polisi. Mereka menuntut kecurangan dalam tahapan Pilkada 2024.
ANARKIS: Para pengunjuk rasa terus berusaha membobol barikade polisi. Mereka menuntut kecurangan dalam tahapan Pilkada 2024.

MAGELANG - Personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar patroli keliling untuk memastikan kondusivitas selama penyelenggaraan Pilkada 2024.

Para warga pun mulai berdatangan ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Begitu penghitungan suara rampung, seorang saksi memprotes hasil pencoblosan.

Aksi protes itu memantik warga untuk menggeruduk TPS, suasana pun semakin tegang. Mereka menuntut adanya pemungutan suara ulang (PSU).

Karena tidak membuahkan hasil, mereka lantas ingin mengajukan protes ke kantor KPU setempat. Petugas kepolisian pun disiagakan di depan kantor KPU untuk menghalau massa.

Massa mulai berdatangan dengan membawa poster berisi protes karena tidak terima dengan hasil Pilkada 2024. Perbedatan alot terjadi antara massa dan tim negosiator.

Negosiasi damai itu gagal dan tidak ada titik temu, kericuhan pun terjadi. Bentrok tidak terelakkan, massa terus berusaha membobol barikade polisi.

Situasi mulai mencekam saat massa melemparkan gas air mata ke arah petugas. Bahkan, mereka sempat membakar ban dam asap pekat mulai mengepul.

Petugas kepolisian berusaha maju untuk memadamkan api tersebut. Beberapa anjing dan motor patroli juga dikerahkan menuju titik kericuhan. Sesekali terdengar suara keras tembakan senjata laras panjang.

Massa sempat berhamburan, tetapi hal itu tidak membuat mereka mundur. Massa justru semakin beringas dan melakukan penyerangan balik kepada polisi.

Bahkan, dua dari puluhan massa itu melawan polisi dengan tangan kosong. Namun, keduanya berhasil dilumpuhkan. Ada pula massa yang terinjak-injak. Semburan air dari water cannon pun diluncurkan untuk mengurai massa.

Massa mulai berhamburan dan membubarkan diri. Lantas, ada penanganan pasca kerusuhan maupun recovery dengan pemerintah daerah.

Seluruh kejadian itu merupakan latihan sistem pengamanan dalam kota (Sispamkota). Khususnya apabila terjadi gangguan kamtibmas pada tahapan Pilkada 2024.

Kapolres Magelang Kota AKBP Dhanang menuturkan, sispamkota ini diselenggarakan untuk mempersiapkan para personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang terjadi selama proses pilkada.

"Mengantisipasi adanya pelanggaran di setiap tahapan pilkada. Mulai dari tahapan awal hingga potensi kampanye hitam," ujarnya usai kegiatan.

Dia menyebut, pelatihan ini penting demi menjaga stabilitas keamanan selama tahapan pilkada. 

ANARKIS: Para pengunjuk rasa terus berusaha membobol barikade polisi. Mereka menuntut kecurangan dalam tahapan Pilkada 2024.
ANARKIS: Para pengunjuk rasa terus berusaha membobol barikade polisi. Mereka menuntut kecurangan dalam tahapan Pilkada 2024.

Seluruh personel yang terlibat, juga dapat memahami dan lebih terlatih untuk mengatasi potensi gangguan keamanan dan konflik sosial yang kemungkinan muncul selama Pilkada 2024.

Dhanang menjelaskan, pelatihan sispamkota ini mencakup berbagai aspek termasuk manajemen kerumunan, penanganan konflik, pengetahuan tentang pilkada, serta koordinasi antarlembaga penegak hukum dan pemerintah daerah.

Terlebih, keamanan masyarakat dan kelancaran pelaksanaan pilkada adalah prioritas bagi kepolisian, TNI, dan instansi lain yang terlibat.

Dia menambahkan, ada sekitar 800 personel gabungan yang berpartisipasi selama tahapan pilkada berlangsung.

"Kita persiapkan kemungkinan terburuknya, tidak ada bantuan dari luar (daerah). Tapi, kita sendiri bisa menyelenggarakan pengamanan itu. Utamanya siapa berbuat apa dan peran masing-masing instansi," katanya.

Sementara itu, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto menambahkan, TNI, kepolisian, dan instansi terkait bersinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah. Terutama selama tahapan Pilkada 2024. Dia menyebut, telah menyiagakan sekitar 100 personel.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah masing-masing," paparnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#gas air mata #pilkada 2024 #sispamkota #kantor KPU #simulasi pengamanan pilkada #Pilkada Kota Magelang #Massa Geruduk Kantor KPU #barikade polisi #Kota Magelang #gangguan kamtibmas