Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Angkot di Magelang Jadi Pilot Project Aplikasi Sepakat: Dipasang Alat Pelacak, Bisa Dimonitor Jarak Jauh Ini Tujuannya

Naila Nihayah • Selasa, 20 Agustus 2024 | 21:50 WIB

 

RUANG MONITOR: Wakil Wali Kota Magelang saat melihat ruangan yang digunakan untuk memonitor jalannya angkot di kantor Terminal tipe C Magersari, Selasa (20/8/2024).
RUANG MONITOR: Wakil Wali Kota Magelang saat melihat ruangan yang digunakan untuk memonitor jalannya angkot di kantor Terminal tipe C Magersari, Selasa (20/8/2024).

MAGELANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang meluncurkan aplikasi Sistem Pelayanan Angkutan Terintegrasi (Sepakat) demi terwujudnya angkutan umum yang berkualitas.

Ada lima angkutan kota (angkot) yang menjadi pilot project pemasangan alat pelacak agar memudahkan petugas dalam memonitor keberadaannya.

Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi mengatakan, peluncuran Sepakat itu sejalan dengan amanah dari RPJMD 2021-2026 yang diturunkan melalui rencana strategi (renstra).

“Ada dua hal yang paling utama, yakni peningkatan pelayanan angkutan umum dan kelancaran lalu lintas,” katanya di Terminal tipe C Magersari, Selasa (20/8/2024).

Dia merasa, semakin hari pelayanan angkutan umum bisa dikatakan semakin kurang. Alhasil, pengguna angkutan umum pun semakin menghilang.

Untuk itu, dishub berupaya untuk memperbaiki beberapa kualitas pelayanan angkutan umum seperti keamanan, ketepatan waktu, hingga kenyamanan.

Selama ini, dia juga melihat pengusaha kurang maksimal dalam melakukan pengelolaan manajeman perusahaannya. Sehingga menjadi gulung tikar.

“Kami mencoba berinovasi. Walaupun ini tidak bisa (dinikmati hasilnya) dalam jangka pendek. Kami ada beberapa tahap yang bermuara pada pelayanan angkutan umum yang sesuai dengan standar pelayanan minimal,” ujarnya.

Ada lima angkot yang dijadikan sebagai pilot project untuk mengimplementasikan aplikasi tersebut.

Namun, tidak menutup kemungkinan pemkot bakal menggandeng pihak swasta atau instansi lain untuk menyediakan alat-alat penunjang aplikasi tersebut.

Candra menjelaskan, dengan aplikasi Sepakat, petugas bisa memantau jalannya masing-masing angkot dari satu titik.

Karena selama ini, dishub hanya melihat secara fisik di lapangan.

“Kami bisa memberikan pengaturan atau pemantauan dari tempat kami terhadap angkutan umum yang sudah diberikan alat khusus untuk tracking,” imbuhnya.

Selain bisa memantau jalannya angkot, aplikasi itu bertujuan untuk memberikan dasar atau kebijakan khusus terkait kelayakannya. Termasuk mempertimbangkan perpanjangan izin trayek.

Pengusaha juga bisa melihat penyimpangan angkot yang terjadi. Sehingga diharapkan, angkot di Kota Magelang sesuai dengan standar pelayanan minimal.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana, Dishub Kota Magelang Petrus Chanel menambahkan, lima angkot yang dijadikan sebagai pilot project aplikasi tersebut dengan batas usia angkutan di bawah 10 tahun.

“Jalur 4 ada dua angkot, jalur 1, jalur 6, dan jalur 10. Dalam beberapa bulan ini, kami akan lakukan evaluasi dan monitoring,” katanya.

Menurutnya, pada aplikasi Sepakat itu, kinerja masing-masing angkutan akan terlihat. Ketika angkutan itu berhenti terlalu lama di satu titik, petugas akan menegurnya.

Ke depan, diharapkan ada tambahan fitur untuk melihat jumlah penumpang. Selain itu, penumpang juga bisa mengetahui waktu yang dihabiskan untuk menunggu dan posisi angkutan dengan memindai barcode. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pilot project #angkutan umum #alat pelacak #angkutan kota (angkot) #Kota Magelang #Aplikasi Sepakat #dishub kota magelang