MUNGKID - HUT ke-79 RI menjadi momentum yang dinanti-nantikan seluruh warga Indonesia. Ada banyak kegiatan untuk memeriahkannya.
Satu di antaranya datang dari warga Dusun Pendem, Girirejo, Ngablak, Magelang.
Saban tahun, mereka memiliki rutinitas untuk membentangkan bendera Merah Putih raksasa di Puncak Gunung Andong.
Tahun ini, bendera itu berukuran 79 x 45 meter. Seperti apa kemeriahannya?
NAILA NIHAYAH, Mungkid
Ribuan pendaki dari berbagai daerah memadati Gunung Andong. Mereka sengaja mendaki pada Sabtu (17/8/2024) untuk menyaksikan pembentangan bendera merah putih raksasa berukuran 79 x 45 meter.
Tak sedikit pula pendaki pemula yang penasaran dengan prosesi tiap setahun sekali itu. Termasuk wartawan Radar Jogja.
Bagi Radar Jogja, pendakian ini menjadi kali pertama. Radar Jogja mulai mendaki dari basecamp via Pendem sekitar pukul 06.24.
Sepanjang perjalanan, banyak pendaki yang naik maupun turun. Bagi warga setempat maupun pendaki --yang kerap naik-turun gunung, track Gunung Andong cukup ditaklukkan dalam kurun waktu 30 menit hingga 1 jam.
Berbeda dengan Radar Jogja, karena baru pertama kali, kerap menghentikan langkah dan beristirahat.
Baca Juga: Erik Ten Hag Ungkap Alasan Kenapa Tidak Ada Nama Jadon Sancho Saat Manchester United kalahkan Fulham
Apalagi track yang dilalui cukup berdebu. Beruntung, cuaca sangat cerah. Lanskap alam dan perkampungan membentang luas memanjakan mata.
Perlahan tapi pasti, Radar Jogja bisa menaklukkan medan hingga sampai di Puncak Alap-alap Gunung Andong sekitar pukul 08.20 dengan ketinggian 1.692 mdpl.
Di ketinggian itu, sudah ada ratusan pendaki yang berswafoto dengan latar belakang hamparan alam dan sejumlah gunung di ketinggian tersebut.
Sejumlah gunung itu seperti Gunung Telomoyo, Merbabu, Merapi, bahkan Sumbing, Sindoro, dan pegunungan lainnya.
Beberapa pendaki tampak membawa bendera Merah Putih karena bertepatan dengan HUT ke-79 RI.
Selain itu, ada pula rombongan pendaki yang mengadakan upacara.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di puncak gunung. Namun, yang menyita perhatian seluruh pendaki adalah pembentangan bendera Merah Putih raksasa di puncak alap-alap.
Sekelompok anggota Wahana Pecinta Lingkungan Hidup (Wapalhi) Politeknik Semarang dan komunitas lain bersiap untuk membentangkan bendera tersebut sekitar pukul 08.30.
Mekanismenya, ada enam orang yang turun menggunakan tali. Enam orang lainnya berada di atas sembari menjaga tali dan mengarahkan. Lalu, ada tiga orang yang berjaga-jaga.
Proses pembentangan itu membutuhkan waktu sekitar satu jam, karena terjadi beberapa kendala.
Para pendaki lain pun sigap mengabadikan momen tersebut melalui ponsel masing-masing. Bendera merah putih raksasa itu seolah menyelimuti Gunung Andong.
Bendera raksasa tersebut dibentangkan selama sehari. Setelah terbentang sempurna, sejumlah orang mulai melepaskan burung endemis.
Kemudian, dilanjutkan dengan paralayang se-Jateng dan DIY. Ribuan pendaki, baik dari basecamp via Pendem maupun Sawit, menjadi saksi meriahnya rangkaian kegiatan HUT ke-79 RI.
Pengelola Basecamp via Pendem AH Marminudin mengatakan, pembentangan bendera raksasa itu merupakan kali keempat yang dilakukan setiap 17 Agustus. Dengan ukuran 79 x 45 meter, menyesuaikan dengan HUT RI 2024.
Satu hari sebelumnya, bendera itu sudah diangkut warga menuju puncak alap-alap. Ada 10 orang yang bersama-sama mengangkut bendera merah putih raksasa itu. Karena beratnya mencapai 85 kilogram.
"Bendera itu sudah dibawa naik kemarin (Jumat, Red) sekitar pukul 15.30," bebernya.
Dia menyebut, biasanya, pembentangan bendera Merah Putih itu dilakukan selama kurun waktu 6 hingga 8 hari.
Tapi, kali ini berbeda karena hanya satu malam. Bendera itu akan diturunkan pada Minggu (18/8/2024) sekitar pukul 08.00.
Begitu sampai di perbatasan Gunung Andong, akan ada pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter.
Sebetulnya, ada berbagai kegiatan yang dilakukan warga Dusun Pendem untuk memperingati HUT ke-79 RI. Seperti sarasehan, kirab tumpeng, hingga bazar.
Sementara itu, Anggota Wapalhi Politeknik Semarang Zahra mengaku, sempat takut saat membentangkan bendera tersebut karena sangat berat.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama baginya. Apalagi saat prosesi pembentangan, ada sejumlah kendala yang dialami.
"Tadi pas dibentangkan, kainnya nyantol di pepohonan dan rumput ilalang. Harus tarik-tarikan dulu sama personel lainnya. Jadi, memakan waktu sekitar 1 jam sampai benar-benar membentang sempurna," sebutnya.
Dia menyebut, tidak ada latihan khusus untuk mempersiapkan pembentangan tersebut. Hanya saja, dia bersama teman-temannya kerap mengadakan latihan rutin. Namun, dia bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan itu.
"Kebetulan punya kenalan, tahun kemarin dia turun (membentangkan bendera raksasa di Gunung Andong). Karena kekurangan personel, akhirnya menggandeng kami dari Wapalhi," terangnya.
Seorang pendaki dari Mertoyudan Birru Rakaitadewa mengaku penasaran dengan prosesi pembentangan bendera Merah Putih raksasa itu.
"Ini pengalaman pertama saya naik Gunung Andong. Kemarin tahu ada agenda pembentangan bendera, akhirnya coba naik ke sini. Meski capek, tapi cukup puas," akunya.
Editor : Winda Atika Ira Puspita