Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berusia 79 Tahun, Ini Harapan Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir untuk Indonesia..

Naila Nihayah • Jumat, 16 Agustus 2024 | 20:15 WIB

 

Foto: Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Haedar Nashir.
Foto: Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Haedar Nashir.

MUNGKID - Indonesia akan memasuki usia ke-79 besok, Sabtu 17 Agustus 2024. Ada banyak doa dan harapan yang dilangitkan.

Satu di antaranya datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir.

Dia berharap, agar bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan dengan jiwa luhur, menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, kepatutan, moral etika, serta nilai-nilai lain.

Prof Haedar mengatakan, nilai-nilai tersebut akan membawa Indonesia maju dengan nyawa.

"Kalau istilah mr Soepomo ketika pidato (dalam sidang pertama) BPUPKI tahun 1945, Indonesia yang akan kita merdekakan, kata beliau, itu adalah Indonesia yang bernyawa. Bukan hanya Indonesia dengan fisik semata," katanya saat groundbreaking gedung kuliah bersama di Kampus II Unimma, Jumat (16/8/2024).

Prof Haedar melanjutkan, itu berarti kemajuan fisik, ekonomi, dan hal-hal yang bersifat infrastruktur merupakan capaian yang baik.

Namun, ketika kemajuan itu tidak dibarengi dengan pemanfaatan nilai-nilai luhur yang hidup dalam Pancasila, agama, dan budaya, tentu akan porak-poranda.

Karena manusia menjadi sentral dalam eksistensi sebuah bangsa.

Untuk itu, dia mengajak agar bangsa Indonesia mengingat hal-hal yang fundamental.

"Oleh Bung Karno juga disebut sebagai pandangan hidup bangsa. Agar kita tidak salah arah, tidak salah kaprah dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Baca Juga: Seru dan Menyenangkan, Tips dan Trik Wisata ke Pantai Ngrawah Gunungkidul

Menurutnya, merayakan kemerdekaan harus ada kegembiraan. Dia mencontohkan, banyak masyarakat yang merayakannya dengan menggelar berbagai kegiatan seperti tarik tambang dan lainnya.

Namun, dia menggarisbawahi bahwa kegembiraan itu bukan dimaknai sebagai pesta pora yang membuat masyarakat lupa terhadap cita-cita luhur para pendiri Indonesia.

Mengingat bahwa, untuk meraih kemerdekaan banyak nyawa pejuang yang menjadi syuhada. Bahkan, ada yang tanpa nama dan tidak menjadi pahlawan

"Kita yang sekarang ada, termasuk para elite negeri yang hidupnya sudah serba berkecukupan, mari manfaatkan anugerah Tuhan ini dengan menyejahterakan, memakmurkan rakyat, dan menciptakan keadilan sebaik-baiknya," tegasnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#mengisi kemerdekaan #Ketum PP Muhammdiyah #bangsa indonesia #pejuang #kemerdekaan #Mungkid #pp muhammadiayh #Prof Haedar Nashir #Indonesia