RADAR JOGJA - Universitas Tidar (Untidar) kini memiliki gedung laboratorium rekayasa dan sains terapan. Gedung yang memakan anggaran sebesar Rp 43 miliar itu berada di Kampus Sidotopo.
Rektor Untidar Sugiyarto menuturkan, baru dua lantai yang terisi dengan alat laboratorium. Sementara ruangan lain akan dimanfaatkan untuk menampung dosen baru yang belum memiliki ruang.
Harapannya, laboratorium tersebut dapat terpadu dengan laboratorium agroteknologi. Kendati begitu, Untidar masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk lebih mengembangkan fasilitas layanan kepada mahasiswa. “Termasuk menyediakan ruang perkuliahan tambahan, mengingat jumlah mahasiswa Untidar semakin bertambah,” tuturnya kemarin (12/8).
Dirjen Dikti Kemendikbudristek Abdul Haris mengapresiasi upaya Untidar untuk terus memberikan pelayanan berupa fasilitas laboratorium tersebut. "Mengapa penting? Karena ini (laboratorium, Red) menjadi bagian dari peningkatan mutu perguruan tinggi," ucapnya.
Menurutnya, peningkatan mutu itu menjadi poin penting agar institusi pendidikan terus berdaya dengan berbagai strategi dan inovasi. Di sisi lain, laboratorium tersebut dapat menjadi penunjang kegiatan pembelajaran mahasiswa agar lebih berkualitas.
Dia berharap, fasilitas baru itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Demi mendukung kualitas pendidikan dan pembelajaran di Untidar. Sekaligus menjadi pusat riset, inovasi, serta menjawab tantangan publik.
Utamanya dalam rangka menghasilkan lulusan yang siap diterima di dunia kerja, usaha, dan industri. "Saya yakin, dengan upaya yang telah dilakukan Untidar selama menjadi PTN, ini adalah sebuah capaian yang luar biasa," paparnya. (aya/eno)
Editor : Satria Pradika