Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Magelang Gelar Padat Karya, Libatkan 1.733 Warga di 17 Kelurahan: Solusi Sementara Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

Naila Nihayah • Kamis, 8 Agustus 2024 | 18:57 WIB

 

ARAHAN: Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz saat memberi arahan kepada peserta padat karya di Lapangan Kwarasan, Cacaban, Magelang Tengah, Kamis (8/8/2024).
ARAHAN: Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz saat memberi arahan kepada peserta padat karya di Lapangan Kwarasan, Cacaban, Magelang Tengah, Kamis (8/8/2024).

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang kembali mengadakan program padat karya serentak di 17 kelurahan, melibatkan 1.733 warga kota dari berbagai rentang usia.

Program ini bertujuan menyediakan lapangan kerja sementara serta mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Dinsnaker) Kota Magelang Eni Kusuma Dewi menjelaskan, peserta padat karya dipilih berdasarkan data kemiskinan dan pengangguran di wilayahnya.

"Setiap kelurahan (jumlah pesertanya) tidak sama," katanya usai apel padat karya, Kamis (8/8/2024).

Eni menjelaskan, peserta padat karya kali ini diikuti dari rentang usia 30 sampai dengan 60 tahun, dengan jumlah peserta terbanyak berasal dari Kelurahan Rejowinangun Utara sebanyak 252 orang.

Setiap peserta mendapatkan upah sebesar Rp 60 ribu per hari, selama 10 hari. Sehingga, total upah yang diterimanya sebesar Rp 600 ribu.

"Para pekerja akan bekerja minimal 4 jam setiap harinya tergantung permintaan dari kelurahan," ujarnya.

Kali ini, dinsnaker menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk menentukan lokasi sasaran pekerjaan.

Lokasi sasaran pekerjaan ini meliputi pengecatan jalan, pembersihan lingkungan, dan sasaran lain yang dibutuhkan oleh kelurahan terutama berkaitan dengan fasilitas umum.

Eni menyebut antusiasme peserta untuk mengikuti padat karya kali ini cukup tinggi. Saat disinggung soal peserta yang titip absen, dia mengatakan, tidak ada kasus demikian.

"Misalkan ada kepentingan dan tidak bisa hadir di padat karya, kami bayarkan sesuai dengan kehadiran. Jarang ada peserta yang mengikuti (padat karya) kurang dari 10 hari," jelasnya.

 

Terlebih, seluruh peserta program padat karya ini sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sehingga mereka akan mendapat perlindungan selama satu bulan.

"Sudah didaftarkan (kepesertaan) awal bulan ini. Mereka mendapatkan jaminan kematian dan kecelakaan kerja," ujar Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Bimo Saputro Galuh Ahmad.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menyebut, kegiatan padat karya ini sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

"Walaupun belum nyata. Kalau nyata, bekerja terus dia, kan ini hanya 10 hari. Ke depan akan kita dorong lagi, namanya relawan bekerja," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kemiskinan #Pemkot Magelang #pengentasan kemiskinan #Tingkat Pengangguran Terbuka (TPK) #Kota Magelang #lapangan kerja #padat karya