Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Purworejo Peringkat Tujuh Daerah Rawan Bencana di Jateng, Waspada Kekeringan hingga Tsunami

Jihan Aron Vahera • Selasa, 6 Agustus 2024 | 08:10 WIB

 

Kendaraan roda dua dan empat melintas di wilayah Kabupaten Purworejo pada Minggu (14/4).
Kendaraan roda dua dan empat melintas di wilayah Kabupaten Purworejo pada Minggu (14/4).

 

 

RADAR JOGJA - Kabupaten Purworejo termasuk sepuluh besar daerah rawan bencana di Jawa Tengah (Jateng). Memiliki ancaman bencana longsor, banjir, kekeringan, hingga tsunami. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana (IRB), Kabupaten Purworejo pada 2023 berada di peringkat ke-7 di Jateng dan peringkat 278 nasional dengan nilai 127,52.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Dede Yeni Iswanti mengatakan, tahun ini, Pemkab Purworejo menargetkan nilai IRB turun menjadi 126. "Saat ini masuk kategori risiko sedang. Nilai 126 itu juga masih masuk risiko sedang," ujarnya Senin (5/8).

Dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi IRB di Kabupaten Purworejo yaitu dengan memperbanyak mitigasi bencana. Menurutnya, dengan banyaknya mitigasi bencana, masyarakat dianggap semakin siap dalam menghadapi bencana yang ada.

Baca Juga: DLH Bantul Wacanakan Pembuatan TPSS Baru di Utara Pantai Pandansari, Kini Masih Proses Izin ke Gubernur DIY Hamengku Buwono X

Baca Juga: PCNU Sleman Usulkan Nur Wachid ke PKB, untuk Maju Jadi Bakal Calon Wakil Bupati Pilkada Sleman 2024

Selain itu, dokumen kontigensi juga harus selalu diperbaiki bekerja sama dengan dinas terkait. "Banyak indikator yang harus dipenuhi agar IRB dan peringkat Indeks Kebencanaan Daerah (IKD) makin baik. Kami masih berupaya itu,” ungkap Yeni sapaannya.

Diketahui, letak geografis Kabupaten Purworejo terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai. Sehingga, sangat memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi seperti rawan longsor, banjir, kekeringan, hingga tsunami.

Yeni mengatakan, saat ini Kabupaten Purworejo tengah siaga darurat kekeringan dan sejak awal Juli 2024 sudah melakukan dropping air bersih sebanyak 118 lebih. "Data tahun lalu, ada 84 desa rawan kekeringan yang tersebar di seluruh kecamatan kecuali Kutoarjo," lanjutnya.

Baca Juga: Datangi Pemkot Jogja Minta Dilibatkan, Pedagang TM 2 Tuntut DED Relokasi Bisa Berubah

Baca Juga: Tawuran Libatkan Pelajar SMP di Kabupaten Magelang, Seorang Warga Tewas dan Dua Terluka Terkena Sajam, Polisi Tangkap Tujuh Pelaku

BPBD terus memperkuat komitmen relawan di Kabupaten Purworejo untuk terus siap membantu Pemkab Purworejo khususnya BPBD Purworejo untuk melakukan penanggulangan bencana. Setidaknya ada 300 relawan yang tergabung dalam 27 organisasi relawan di Kabupaten Purworejo telah menandatangani komitmen bersama pada Jumat (2/8) lalu.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyebut, peran relawan sangatlah vital. Dia berharap, para anggota relawan bencana dapat menjaga kekompakan dan saling berkomunikasi.

"Dengan begitu, pada situasi darurat yang sesungguhnya, tidak berjalan sendiri-sendiri dan penanganan serta pemulihan pascabencana segera terwujud," harap dia. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kekeringan #tsunami #BPBD #jawa tengah #Purworejo