RADAR JOGJA - Pemkot Magelang memborong dagangan dari delapan pedagang di selter Tuin Van Java, Alun-alun Kota Magelang. Mereka diminta memasak nasi goreng magelangan dan membagikan 1.000 porsi secara gratis kepada warga. Pembagian nasi goreng itu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pasar Raya Magelang.
Para pedagang mulai memasak nasi goreng sekitar pukul 15.30. Masing-masing pedagang memasak sekitar 100 hingga 150 porsi nasi goreng magelangan. Nasi goreng magelangan itu dikemas dalam wadah khusus. Hanya saja, ada miskomunikasi sehingga warga menyerbu nasi goreng itu meski belum seluruhnya dimasak. Akhirnya, ribuan nasi goreng magelangan itu ludes kurang dari 30 menit.
Panitia Pasar Raya Magelang Yopi Ade Candra menjelaskan, pembagian 1.000 porsi nasi goreng magelangan secara gratis ini melibatkan delapan pedagang di Tuin Van Java. "Kami juga melibatkan dari TNI, Polri, dan OPD terkait untuk memasak nasi goreng bersama," paparnya, Kamis sore (1/8).
Seperti diketahui, Magelang memiliki kuliner khas berupa nasi goreng magelangan yang berbeda dengan daerah lainnya. Sebab, nasi goreng tersebut dipadukan dengan mi. Kegiatan ini menjadi upaya untuk memperkenalkan dan mempopulerkan kembali nasi goreng khas Magelang.
Dia mengatakan, sengaja memborong dagangan para pedagang itu agar turut meningkatkan perekonomian mereka. Pembagian 1.000 porsi nasi goreng itu sebagai upaya untuk menggaet warga sekitar agar ikut meramaikan kegiatan Pasar Raya Magelang.
Seorang warga Candimulyo Miftakhul Hayu Jatiningtias mengaku, sengaja datang ke alun-alun untuk mendapatkan nasi goreng magelangan secara gratis. "Ini (kegiatan) jarang sekali dilakukan. Meski bisa membelinya sendiri, tapi ini berbeda. Ada sensasi tersendiri karena harus berebut dengan warga lain," terangnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika