PURWOREJO - Tahun ini, Kabupaten Purworejo mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) fisik dari Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 4,7 miliar.
Alokasi ini untuk program jamban sehat, di mana sepuluh desa di Kabupaten Purworejo menjadi sasaran.
Staff Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo Hana Norma Rahmawati mengatakan, sepuluh desa tersebut tersebar di lima kecamatan.
"Antara lain, Kecamatan Kaligesing, Bruno, Bener, Kemiri, dan Pituruh," katanya, Kamis (1/8/2024).
Hana menjelaskan, sepuluh desa tersebut di antara 5 desa paling banyak disasar berada di Kecamatan Bruno meliputi Desa Brondong, Kaliwungu, Brunosari, Plipiran dan Watuduwur.
Kemudian 2 desa berada di Kecamatan Bener yaitu Desa Guntur dan Pekacangan, dan 3 kecamatan lainnya menyasar satu desa.
Di antaranya, Desa Hardimulyo di Kecamatan Kaligesing, Desa Kedungpomahan Wetan di Kecamatan Kemiri, serta Desa Sawangan di Kecamatan Pituruh.
"Setiap desa jumlah KK yang menerima bantuan ada 50 KK," ujarnya.
Menurutnya, program jamban sehat untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purworejo tersebut telah berjalan sejak Juni lalu. Rencananya, akan berakhir pada Desember 2024.
"Desa penerima bantuan ada yang masuk kategori miskin ekstrem dan ada juga yang masuk daftar desa stunting," jelasnya.
Pun, kategori bantuan tersebut tidak bisa disamaratakan melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing keluarga penerima bantuan.
Ada warga yang menerima kamar mandi satu set dengan septik tank dan saluran pembuangan.
Kemudian, ada pula yang hanya menerima septik tank dan saluran pembuangannya saja.
"Tergantung kebutuhan, sudah punya kamar mandi atau belum," tambahnya.
Hana menyebutkan, salah satu cara untuk mengentaskan permasalahan stunting adalah jamban sehat.
Sebab, warga yang tidak memiliki jamban sebagian besar akan membuang kotoran di sungai.
Dampaknya, bakteri e-colli yang terkandung dalam kotoran itu masuk ke aliran sungai sehingga mencemari ekosistem sungai utamanya ikan.
Ikan yang tercemar itu, jika dikonsumsi manusia akan menyebabkan permasalahan terhadap tubuh khususnya pencernaan.
"Dengan tidak buang air besar sembarangan, secara tidak langsung membantu pengentasan stunting," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita