MUNGKID - Pemdes Adipuro resmi telah menutup area Blumbang Roto untuk wisatawan pada Sabtu (31/7/2024).
Menyikapi hal itu, sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Magelang terjun ke lokasi untuk mencegah gejolak di masyarakat.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Magelang Masrur menuturkan, patroli rutin kali ini menyasar wilayah Blumbang Roto.
"Karena kemarin ada berita yang viral terkait penutupan jalur itu untuk wisatawan. Kami ke sana sekaligus memastikan tidak ada gejolak," ujar dia di kantornya, Rabu sore (31/7/2024).
Dia menyebut, ada belasan anggota yang diterjunkan demi memastikan ketentraman dan ketertiban umum di lokasi tersebut.
Masrur tidak menampik, Blumbang Roto di Dusun Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik itu memiliki pemandangan yang menawan.
Hal itu praktis membuat wisatawan berdatangan ke sana. Baik untuk memenuhi rasa penasaran atau sekadar berfoto ria.
"Jalannya memang sempit. Untuk papasan (dengan sepeda motor lain), harus minggir salah satunya. Memang cukup mengganggu bagi petani yang keluar-masuk," ujarnya.
Terlebih, sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Kedatangan wisatawan ke sana dinilai mengganggu petani karena memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat.
Karena Blumbang Roto belum dideklarasikan sebagai destinasi wisata dan belum memiliki akses jalan yang layak.
Baca Juga: PP tentang Kesehatan Telah Terbit, Pemprov DIY akan Awasi Peredaran Makanan di Sekolah
Sebetulnya, lanjut Masrur, baik pemdes maupun pemerintah kecamatan hendak membuka peluang sebagai destinasi wisata alam di Blumbang Roto.
Hanya saja, ada sejumlah pertimbangan yang melatarbelakanginya.
"Di sana (lingkungannya) cukup religius. Dikhawatirkan jika dibuka untuk umum, mungkin akan ada budaya baru yang masuk," jelasnya.
Karena itu, sejumlah personel Satpol PP Kabupaten Magelang melakukan patroli ke sana untuk menghindari adanya gejolak di masyarakat.
"Patroli biasa. Ada beberapa plang yang dipasang. Sejauh ini, saya kira tidak ada gejolak karena masyarakat lah yang menginginkan hal itu," imbuhnya.
Sementara itu, Camat Kaliangkrik Djoko Susilo menambahkan, pihaknya belum duduk bersama dengan pemkab maupun pemdes.
Sebab Djoko masih berkoordinasi dengan pemkab untuk merumuskan kebijakan soal peluang wisata di Blumbang Roto.
"Sudah ada rencana (duduk bersama) ketika kemarin saya ketemu pak kades Adipuro untyk koordinasi juga dengan pengelola Nepal Van Java. Hari ini juga ada pemantauan dari Satpol PP untuk menjaga kondusifitas di Adipuro," tambahnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita