RADAR JOGJA - Gerakan pangan murah yang dicanangkan Pemkab Kebumen berbuah manis. Program berkala tersebut mendapat penghargaan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemkab dinobatkan sebagai terbaik nasional atas program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, penghargaan diraih karena selama ini pihaknya dinilai telah berhasil menekan angka inflasi melalui gerakan pangan murah. Dia menyebut, Pemkab Kebumen sejauh ini sukses mengadakan gerakan pasar murah sebanyak 45 kali di 26 kecamatan. "Gerakan terus kami gencarkan sampai pelosok desa," jelas Arif, Senin (29/7).
Arif menerangkan, program SPHP yang digalakan Pemkab Kebumen merupakan penjabaran terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Tujuannya tak lain menjaga ketersediaan pangan melalui berbagai intervensi seperti subsidi harga pangan.
Dia menjelaskan, gerakan pangan murah ini menjadi instrumen bagi pemkab dalam menyediakan bahan pangan dengan harga murah dan terjangkau. Dalam pelaksanaanya, gerakan ini berlangsung atas kolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain BUMN, BUMD, BUMPetani, Bulog, Poktan, Gapoktan, KWT dan pelaku usaha lain. "Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita terus berupaya agar harga bahan pokok di Kebumen tetap terjangkau," tuturnya.
Kepala Distapang Kebumen Teguh Yuliono menambahkan, gerakan pangan murah hadir mengedepankan prinsip kemudahan dengan harga terjangkau. Menurutnya, dukungan anggaran kolaboratif menjadi penting dalam keberlangsungan program tersebut.
Baca Juga: Operasi Patuh Progo, Polres Bantul Dapati Pengendara Motor Paling Banyak Melanggar
Sebab, tidak semua kabupaten atau kota melaksanakan program gerakan pangan murah. "Kenapa bisa murah? karena kita ambil barang dari petani langsung sehingga harga lebih kompetitif. BUMD juga tidak ambil keuntungan besar," ungkapnya.
Teguh menyatakan, gerakan pangan murah akan terus berlanjut di tahun 2024. Namun, kali ini Pemkab Kebumen akan menunjuk Dinas Perindag KUKM bersama pihak lain untuk mensubsidi pembelian harga bahan pokok. "Diharapkan harga bisa jauh lebih murah dari sebelumnya," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo