Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepanjang 2024 Penderita Gagal Ginjal di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo Capai 140 Pasien: Kurun Empat Tahun, Satu Anak Meninggal Dunia

Jihan Aron Vahera • Senin, 29 Juli 2024 | 21:41 WIB
Wakil Direktur Pelayanan, RSUD dr. Tjitrowardojo Nunik.
Wakil Direktur Pelayanan, RSUD dr. Tjitrowardojo Nunik.

PURWOREJO - Sepanjang 2024 hingga Juli, pasien gagal ginjal di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo mencapai 140 pasien.

Masyarakat diminta untuk menjaga pola hidup yang sehat termasuk mengonsumsi makan dan minuman sehat.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Tjitrowardojo Nunik Sulistyaningsih mengatakan, sebanyak 140 pasien itu mayoritas merupakan usia produktif antara 18-50 tahun. 

"Satu pasien di antaranya usia anak-anak, angka pasien anak dengan gagal ginjal relatif standar, tidak seperti di kota-kota besar," katanya saat ditemui Radar Jogja, Senin (29/7/2024).

Nunik menjelaskan, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ada dua pasien gagal ginjal berusia anak-anak, satu di antaranya meninggal dunia.

Dari 140 pasien gagal ginjal tersebut, pasien terlama yang menjalani cuci darah yaitu berjalan 15 tahun hingga sampai saat ini masih sehat.

Dia menjelaskan, sejumlah keluhan pasien gagal ginjal yang datang ke IGD yaitu mual muntah, bengkak pada kaki dan wajah, hingga sesak napas.

"Tidak semua pasien gagal ginjal ditangani dengan cuci darah, tergantung tingkat keparahannya. Jika ureum kreatinin dan kalium belum terlalu tinggi biasanya diberi obat," ujarnya.

Nunik menyebut, penyebab gagal ginjal ada beberapa faktor. Di antaranya, karena zat-zat kimia yang ada di dalam makanan dan minuman.

"Ada juga karena hipertensi sejak kecil," bebernya.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola makan dan hidup yang sehat.

Baca Juga: Nikmati Pesona di Atas Bukit, Canting Mas Puncak Dipowono: Harta Karun yang Mulai Dilupakan Keberadaannya

Utamanya, tidak membiasakan atau mengonsumsi minuman atau makanan yang memiliki kandungan zat kimia.

Sementara, Kabid Pelayanan, RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo Katharina menambahkan, center Hemodialisa (HD) atau cuci darah di RSUD dr Tjitrowardojo berdiri sejak 2006 lalu. Saat ini ada 34 mesin cuci darah.

Dikatakan, rata-rata per hari ada 42 pasien yang cuci darah.

"Rencananya, RSUD Tjitrowardojo akan mengembangkan klinik HD lagi menjadi kapasitas 50 mesin cuci darah. Harapannya dapat melayani cuci darah bagi pasien gagal ginjal dengan baik lagi," harap dia. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#cuci darah #RSUD dr Tjitrowardojo #pasien gagal ginjal #pola hidup sehat #usia produktif #pasien anak #Purworejo