Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Purworejo Siaga Darurat! Bantuan DSP BNPB Sebesar Rp 200 Juta untuk Penanganan Kekeringan dan Karhutla

Jihan Aron Vahera • Jumat, 26 Juli 2024 | 21:39 WIB

 

Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti saat menerima bantuan DSP BNPB dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, beberapa waktu lalu.
Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti saat menerima bantuan DSP BNPB dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, beberapa waktu lalu.

PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mendapatkan bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 200 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ini menyusul, diterbitkannya SK siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Purworejo sejak 1 Juli 2024 lalu.

Plt Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti mengatakan, bantuan dana tersebut diberikan BNPB untuk penanganan siaga darurat kekeringan dan karhutla di wilayahnya.

"Iya, bantuan dana siap pakai Rp 200 juta dari DSP BNPB. Itu untuk penanganan siaga darurat," katanya, Jumat (26/7/2024.

Adapun bantuan DSP BNPB sebesar Rp 200 juta, juga bantuan dalam bentuk sarana meliputi, bantuan tandon air berkapasitas 5000 liter sebanyak 20 unit, pompa dorong sebanyak tiga unit, pompa alkon 10 set, pelbet 30 unit, dan tenda pengungsi dua unit.

Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada Bupati Purworejo yang diwakili oleh Plt Kalak BPBD Purworejo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (23/7/2024) lalu.

Menurut Yeni, bantuan tersebut sangat membantu Pemkab Purworejo dalam penanganan kekeringan.

Mengingat, di Kabupaten Purworejo saat musim kemarau ada 84 desa yang rawan kekeringan.

"84 desa itu tersebar di 15 kecamatan di Purworejo," ujarnya.

Bahkan, di 2024 ini, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ada tiga wilayah di Jawa Tengah yang berpotensi akan mengalami kekeringan yaitu, Kabupaten Purworejo, Wonogiri, dan Klaten.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan air.

Meskipun, pihaknya telah menyediakan air bersih sebanyak 1.315 tangki yang siap didistribusikan kepada masyarakat.

"Selain kekeringan, kami juga mewaspadai karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Di Purworejo ada empat kecamatan yang rawan, yaitu Kecamatan Kemiri, Bagelen, Kaligesing, dan Bener," jelasnya.

Dalam rangka untuk mengantisipasi karhutla tersebut, BPBD Purworejo telah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Perhutani, Polres Purworejo, masyarakat peduli api, hingga kecamatan.

Hal ini sebagai upaya untuk menyampaikan sejumlah antisipasi dan penanganan jika terjadi karhutla.

"Kami mengimbau kepada masyarakat selama musim kemarau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi membakar sampah di dekat hutan yang memicu kebakaran," pesannya.

Nantinya, BPBD Purworejo bersama Perhutani, Polres Purworejo, dan instansi terkait juga akan melakukan monitoring atau patroli secara rutin agar karhutla dapat dicegah. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kekeringan #kebakaran hutan dan lahan #badan nasional penanggulangan bencana #Dana Siap Pakai (DSP) #karhutla #SK siaga darurat #Pemkab Purworejo #Siaga Darurat #Purworejo