RADAR JOGJA - Belakangan ini, harga sejumlah sayur-mayur terjun bebas. Para petani tak peduli sayurnya dibeli dengan harga berapapun. Kondisi itulah yang membuat Komunitas Indahnya Berbagi Magelang (IBM) tergerak untuk membantu. Mereka memborong sayuran itu dan membagikan kepada warga.
NAILA NIHAYAH, Mungkid
Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Magelang, anjlok. Hal itu membuat petani kelimpungan. Sebab, harga jualnya belum bisa menutup biaya produksi. Bukannya mendapat keuntungan lebih, mereka justru harus legawa ketika sayurnya dibeli dengan harga murah. Mengingat pasokan sayur di tingkat petani cenderung melimpah. Tapi tidak seimbang dengan permintaan yang menurun.
Kondisi tersebut membuat para petani menempuh jalur instan. Seperti membagikan sayur itu kepada tetangga atau menyedekahkannya ke beberapa tempat. Termasuk di panti asuhan maupun pondok pesantren. Bahkan, ada pula petani yang membuang sayur itu secara cuma-cuma. Karena panennya terlampau banyak.Tak sedikit petani yang mengeluh terkait harga sayur yang terjun bebas.
Mengetahui hal itu, Komunitas Indahnya Berbagi Magelang (IBM) memberikan perhatian. Wujudnya, mereka bahu-membahu untuk membantu para petani. Satu di antaranya dengan memborong beberapa sayuran. Tentu dengan harga yang wajar dan layak, kemudian dibagikan kepada warga setempat secara gratis.
Ketua Komunitas IBM Fendi Iswanto mengutarakan, kerap mendengar keluh kesah petani terkait anjloknya harga beberapa komoditas sayuran. Khususnya di sekitar Kecamatan Ngablak dan Grabag. "Hasilnya panen sayur melimpah, cuma dibeli oleh pedagang dengan harga yang sangat murah," ujarnya, Selasa (23/7).
Fendi lantas memberitahukan kepada anggota komunitas IBM untuk bergerak membantu para petani. Mereka membeli hasil panen sayur dengan harga yang layak. Tidak sendirian, komunitas IBM menggandeng Polres Magelang Kota, Batalyon Armed 11, maupun garda rescue untuk memanen secara langsung di ladang milik petani.
Aksi memanen sayur secara massal itu dilakukan pada Jumat (19/7) mulai pukul 13.00. Dengan mengusung tagline 'Bersinergi dengan Petani', ratusan orang yang terdiri dari beberapa elemen itu tampak kompak memanen aneka sayuran di ladang milik petani di Kecamatan Grabag. Setiap titik disisir agar tidak ada sayuran yang tersisa.
Adapun komoditas sayuran yang dipanen, yakni sawi, tomat, jipang, pakcoy, hingga kol. Di pasaran, sawi putih di pasaran hanya dihargai Rp 1.000 per satu ikat. Kemudian, sayur pakcoy hanya dihargai Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram (kg). Sementara tomat hanya dihargai Rp 5.000 per kg dari yang semula Rp 15 ribu per kg. Lalu, untuk jipang harganya Rp 1.500 per lima biji.
Saat ditanya nominal yang dikeluarkan untuk membeli seluruh sayuran itu, Fendi enggan menjawabnya. Yang pasti, masing-masing sayuran dibeli dengan harga wajar. Sawi dan pakcoy dibeli Rp 3.000 per kg. Untuk jipang, Rp 1.000 satu bijinya. “Kalau tomat, Rp 12 ribu - Rp 15 ribu, tergantung kualitasnya," papar dia.
Baca Juga: Wajib Dicoba! Ini Dia Resep Sup Ayam Sayur kuah Cocok untuk Sahur Anak Kos
Jika dikalkulasi, dalam sehari itu, mereka telah memanen lebih dari 30 ton sayuran dengan berbagai jenis. Dia mengaku tidak bingung untuk membagikan sayuran tersebut. Sebab mereka sudah memiliki sejumlah tujuan, seperti di panti asuhan dan pondok pesantren di Magelang. Kemudian, Polres Magelang Kota dan Batalyon Armed 11 masing-masing mendapat satu truk berisi aneka sayuran.
Dia menambahkan, kegiatan panen massal ini baru kali pertama dilaksanakan setelah mengetahui harga sayuran turun drastis. Sebelumnya mereka berkoordinasi dengan lurah. Lurah kemudian memberi pengumuman kepada para petani yang bersedia untuk kami beli. Sehabis panen, didrop ke Polres Magelang Kota. “Ribuan orang datang menyerbu dan sayurnya ludes kurang dari 1 jam," sebut Fendi.
Rencananya, kegiatan serupa bakal dilaksanakan kembali. Terutama ketika masih ada petani yang mengeluh terkait menurunnya harga sayuran. Lebih-lebih, komunitas yang sudah ada sejak 2014 itu, kerap menyelenggarakan berbagai kegiatan bakti sosial. Harapannya, keberadaan komunitas IBM dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.(din)