Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai Hari Ini, Sekolah Negeri di Kabupaten Magelang Uji Coba Masuk Lima Hari: Sekolah Ma'arif Tetap Enam Hari Karena Ini

Naila Nihayah • Senin, 22 Juli 2024 | 22:15 WIB

 

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein.
Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein.

MUNGKID - Mulai tahun ajaran 2024/2025 baru ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang telah menerapkan uji coba lima hari sekolah.

Khususnya di tingkat TK, SD, hingga SMP negeri di wilayahnya. Sementara, untuk sekolah swasta diberi keleluasaan menerapkan kegiatan pembelajaran.

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan, seluruh satuan pendidikan negeri di wilayahnya mulai menerapkan uji coba lima hari sekolah.

"Mudah-mudahan penerapan ini efektif dan kami komitmen untuk melaksanakan regulasi (pemerintah) pusat maupun daerah," katanya saat ditemui, Senin (22/7/2024).

Dia mencatat ada 808 TK, 596 SD, dan 135 SMP negeri yang menjadi kewenangan disdikbud Kabupaten Magelang.

Kegiatan pembelajaran berlangsung mulai Senin hingga Jumat. Namun, ada penambahan satu jam pelajaran bagi siswa atau setara dengan 35 menit untuk jenjang SD dan 40 menit bagi SMP.

"Ini bukan berarti full day school ya," ujarnya.

Sementara untuk sekolah swasta seperti Ma'arif atau Muhammadiyah dibebaskan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran.

Ini artinya, tidak ada kewajiban bagi mereka menerapkan lima hari sekolah.

"Karena memang kami melaksanakan kebijakan itu terkait dengan (jam kerja) teman-teman ASN," ujar dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Disamping itu juga didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Lain halnya dengan sekolah negeri, ratusan sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Magelang sepakat tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama enam hari.

Keputusan itu didasarkan pada masukan dari berbagai unsur dan sesepuh NU.

Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Magelang Sugeng Riyadi menjelaskan, kegiatan belajar mengajar di tingkat SD/MI dan SMP/MTs Ma'arif se-Kabupaten Magelang tetap dilaksanakan selama enam hari dalam sepekan.

Dia menyebut, Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Magelang mengelola sebanyak 4 SD dan 215 MI.

Kemudian, 14 SMP dan 46 MTs, serta ada 21 SMA/SMK/MA.

"Namun, untuk tingkat SMA sudah berlaku lima hari sekolah sejak lama," bebernya.

Sugeng mengatakan, keputusan itu diambil agar tidak mengganggu kegiatan keagamaan siswa saat sore hari.

"Biasanya anak-anak kalau sore, setelah Asar, banyak yang ngaji di musala atau taman pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kalau (jam belajar) selesai terlalu siang, anak-anak sudah lelah," jelasnya.

Kendati demikian, Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kabupaten Magelang tetap memantau dan mengevaluasi jalannya pelaksanaan lima hari sekolah yang diterapkan di sekolah negeri.

Termasuk menerima saran dan masukan dari orang tua/wali siswa soal efektivitas pembelajaran di sekolah. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kabupaten Magelang #sekolah negeri #Disdikbud Magelang #uji coba lima hari sekolah #sekolah swasta #Kegiatan Pembelajaran #Mungkid