Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Sayur Anjlok, Mahasiswa Unimma Magelang Beli dengan Harga Tinggi dan Bagikan Gratis ke Warga: Upaya Bantu Petani, 20 Menit Ludes!

Naila Nihayah • Jumat, 19 Juli 2024 | 17:55 WIB

 

 

AKSI SOSIAL: Puluhan mahasiswa UKM Mentari Unimma membagikan sayuran di tepi jalan, Jumat (19/7/2024).
AKSI SOSIAL: Puluhan mahasiswa UKM Mentari Unimma membagikan sayuran di tepi jalan, Jumat (19/7/2024).

MAGELANG - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Mentari Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) membagikan berbagai jenis sayuran sebanyak 7 kuintal.

Kegiatan ini untuk membantu petani, menyusul harga sejumlah sayur anjlok. Sekaligus, menyongsong Milad Unimma ke-60 dan HUT ke-79 RI.

Rektor Unimma Lilik Andriyani mengatakan, mahasiswa UKM Mentari menggelar beberapa kegiatan yang dikemas dalam Ekspedisi Kemerdekaan, rangkain kegiatannya bakal dilaksanakan selama satu bulan.

Satu kegiatannya adalah pembagian sayur gratis. Sayur itu didapat dengan cara membelinya dari petani di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, Magelang serta Temanggung atau di lereng Sumbing.

"Kami beli dari petani secara langsung yang memang kondisi (harga) sayuran sedang turun," katanya, Jumat (19/7/2024).

Pembagian sayur tersebut dilakukan di depan ruko ACE Hardware Tidar dan ludes kurang dari 20 menit.

Begitu mobil pengangkut sayur tiba di lokasi, sejumlah mahasiswa memberi pengumuman agar warga sekitar segera merapat bahwa ada pembagian sayuran gratis.

Beberapa warga dan pengendara motor hingga mobil tampak mengentikan laku kendaraannya dan mereka mengambil sayur yang tersedia.

Kendati harga beberapa sayuran anjlok, mahasiswa justru membelinya dengan harga yang tinggi.

Nilainya 2 hingga 2,5 kali lipat dari harga normal. Ada pula yang dibeli dengan harga normal.

"Tujuan utama kami, untuk membantu petani mendistribusikan sayuran agar tidak busuk atau bahkan dibuang begitu saja," ujarnya.

Adapun sayur yang dibagikan dengan total 7,05 kuintal. Berupa sawi sebanyak 40 kilogram (kg), pakcoy 6 kuintal, kacang panjang 40 kg, loncang 20 kg, dan tomat 5 kg.

Masing-masing sayur dibeli dengan harga yang berbeda. Normalnya, sawi putih dijual dengan harga Rp 500 per kg dan dibeli 2,5 kali lipat dari harga yang ditentukan.

Kemudian, packoy harga per kg-nya Rp 500 dan dibeli 2 kali lipatnya. Lalu, kacang panjang harganya Rp 5 ribu per kg dan loncang Rp 16 ribu per kg.

Kemudian, sayur tersebut dikemas dan dibagikan secara gratis kepada warga sekitar.

Lilik menyebut, sebetulnya kegiatan bagi-bagi sayur ini sudah beberapa kali dilakukan.

Terutama saat harga sayur tengah turun drastis.

"Sehingga saling membantu, baik petani maupun warga sekitar yang membutuhkan. Bahkan ini (pembagian) sayurnya habis kurang dari 20 menit," bebernya.

Menurutnya, dengan turunnya harga beberapa sayur ini, semestinya pemerintah turut andil dalam menstabilkan harga di pasaran.

"Agar petani tidak terpuruk dan bisa survive. Bagaimana nantinya upaya atau kebijakan dari pemerintah untuk menghadapi hal itu," sambung dia.

Dosen Pengampu UKM Mentari Unimma Pranita Siska Utami menambahkan, Ekspedisi Kemerdekaan ini terdiri dari beberapa kegiatan.

"Selain membagikan sayur secara gratis, mahasiswa juga akan melaksanakan panjat tebing, lari 17 kilometer, konservasi alam, hingga pengibaran bendera merah putih," katanya.

Sementara itu, pedagang bakso di Tegalrejo Wina mengaku bersyukur karena mendapat sayuran secara gratis.

Dia mendapat beberapa ikat sawi dan loncang. "Tadi nggak sengaja lewat, terus dengar ada yang bagi-bagi sayur gratis. Saya langsung markirin motor, terus ambil sayurnya," tambahnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Unimma #Mahasiswa #mahasiswa UKM Mentari #membantu petani #Magelang #bagi bagi sayur gratis #ukm #ludes #bagikan sayuran #jenis sayuran