Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemenag Sebut Chattra Candi Borobudur Dipasang sebelum Masa Pemerintahan Jokowi Selesai

Naila Nihayah • Selasa, 16 Juli 2024 | 12:50 WIB

 

 

UTAMA: Kemenag menggandeng BRIN untuk mengkaji soal pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
UTAMA: Kemenag menggandeng BRIN untuk mengkaji soal pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur. (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA  - Wacana pemasangan chattra atau payung di puncak stupa induk Candi Borobudur menemukan titik terang. Kementerian Agama (Kemenag) bersama tim terus berupaya agar chattra bisa segera dipasang. Rencananya, pemasangan dilakukan September mendatang. 

Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengutarakan, rencana pemasangan chattra Candi Borobudur kerap dibahas di forum-forum tertentu.

Dia berharap, sebelum masa pemerintahan Presiden Jokowi berakhir, chattra bisa dipasang. Bagi umat Buddha, chattra merupakan sebuah perlindungan. Karena chattra bermakna payung. “Manakala kita berada dalam satu buah payung yang besar, payung agung, maka tentu ada ketenteraman dalam batin jiwa kita," ujarnya,kemarin (15/7).

 Baca Juga: Rusunawa Giripeni Mangkrak sejak 2017, Terganjal Izin Pemanfaatan TKD, Dibangun Kementerian PUPR 2016

Baca Juga: Dapat Surat Rekomendasi, Marija Ingin Buat Koalisi Besar di Pilkada Kulon Progo

Dia menegaskan, pemasangan chattra bukan semata-mata untuk menjadikan umat Buddha semakin merasa gembira. Tetapi untuk membangkitkan nilai spiritualitas bagi umat Buddha dan masyarakat pada umumnya. Di sisi lain, chattra dapat memayungi keagungan dari Candi Borobudur.

 

Dia menyebut, kajian soal pemasangan chattra ini terus dilakukan. Kemenag menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk merumuskan kebijakan pemasangan chattra. " Karena pemasangan chattra tidak hanya dari pendekatan spiritualitas, tapi juga teknis," katanya. 

 

Supriyadi menuturkan, rencana pemasangan chattra hingga saat ini terus berproses. Dengan melibatkan para pakar, harapannya dapat memenuhi harapan dari kalangan umat Buddha. "Sehingga apa yang direncanakan, dapat terukur dan tidak menimbulkan persoalan apapun," imbuhnya.

 Baca Juga: Ketua DPC PDIP Gunungkidul Daftar ke Golkar, Endah Subekti Siap Beradu dengan Bupati Petahana

Baca Juga: Polres Kebumen Peringatkan: Pasang Lampu Rotator Sembarangan Bakal Ditilang

Bebatuan yang merupakan bagian chattra itu kini tersusun kokoh di kompleks Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur. Keinginan dan permintaan untuk memasang kembali chattra mulai ada sekitar 2008-2009. Ini didasarkan diskusi panjang para arkeolog dengan memperhatikan kaidah dan prinsip pemugaran.

 

Hanya saja, saat itu, hasil keputusan mengatakan bahwa chattra tidak layak untuk dipasang kembali. Kemudian, keinginan untuk memasang chattra kembali muncul pada 2018. Namun, hasilnya masih sama. Tidak layak untuk dipasang.

 

Lalu, pada 2023 lalu, rencana soal pemasangan chattra Candi Borobudur kembali mencuat. Sejak saat itu, Kemenag terus melakukan berbagai upaya agar rencana tersebut dapat terealisasi. Termasuk melakukan sejumlah diskusi panjang. 

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #dipasang #payung #masa pemerintahan #Chattra #kemenag #Jokowi #september