MUNGKID - Layanan jam operasional Candi Borobudur akan berubah pada Sabtu (13/7/2024).
Hal ini, karena adanya ribuan umat Buddha dan biksu yang bakal melakukan pradaksina di struktur dan pelataran candi dalam rangkaian kegiatan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2568/2024.
General Manager TWC Unit Borobudur AY Suhartanto mengatakan, ada penyesuaian jam operasional kunjungan di Candi Borobudur khusus pada Sabtu.
Biasanya, pengunjung yang naik ke struktur candi dibagi menjadi delapan sesi dan masing-masing sesi terdiri dari 150 orang.
Namun, layanan naik ke struktur candi hanya dibuka sampai sesi keenam saja atau pukul 14.30.
"Dan layanan loket umum untuk kunjungan sampai di pelataran candi juga sama, dibuka sampai 14.30. Sehingga pada pukul 15.30, harapannya (kompleks candi) steril (dari pengunjung)," katanya, Jumat (12/7/2024).
Dia menjelaskan, perubahan jam layanan ini karena pada Sabtu sore, umat Buddha akan melangsungkan pradaksina di pelataran candi atau zona I.
Selain itu, ada sekitar 150 biksu yang melakukan pradaksina di atas struktur candi. Sehingga diberlakukan pembatasan kunjungan.
Kendati demikian, pengunjung masih bisa berada di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.
"Pembatasan hanya dilakukan pada Sabtu besok dan memang (pengunjung) dibatasi untuk naik ke monumen candi sampai pelataran," jelasnya.
Baca Juga: Cocok untuk Liburan Akhir Pekan! Air Terjun Sri Gethuk: Salah Satu Permata Wisata di Gunung Kidul
Sementara itu, Ketua Panitia ITC dan Asalha Mahapuja 2568/2024 Bhikkhu Gutadhammo Mahathera menjelaskan, pembacaan kitab suci Tipitaka akan diikuti dengan kegiatan pradaksina pada Sabtu (13/7/2024). Yang dijadwalkan sekitar pukul 16.00 dan diikuti oleh peserta ITC.
Menurutnya, kegiatan ITC merupakan sarana untuk mengedukasi umat Buddha dalam memahami serta cara membaca Sutta yang baik dan benar.
"Mari kita sambut Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja ini dengan antusias dan keyakinan penuh," sebutnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita