Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khidmat, Ribuan Umat Buddha Ikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja di Candi Borobudur Magelang

Naila Nihayah • Jumat, 12 Juli 2024 | 19:23 WIB

 

KHIDMAT: Umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2568/2024 yang diselenggarakan di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur pada 12-14 Juli 2024.
KHIDMAT: Umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2568/2024 yang diselenggarakan di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur pada 12-14 Juli 2024.

MUNGKID - Ribuan biksu dan umat Buddha memadati Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.

Mereka datang dari dalam maupun luar negeri untuk mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2568/2024, 12-14 Juli.

Bahkan, ada pula biksu dari Thailand, Sri Lanka, Myanmar, dan Kamboja.

Tahun ini, umat Buddha yang mengikuti kegiatan tersebut lebih banyak dibanding sebelumnya, yakni sebesar 1.750 orang.

Antusiasme mereka semakin tinggi, termasuk Kedutaan Besar Sri Lanka juga turut hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian ITC dan Asalha Mahapuja.

ITC merupakan kegiatan pembacaan teks teks kitab suci agama Buddha atau Tipitaka berbahasa Pali. Teks-teks Tipitaka yang dibaca pada tahun ini adalah Suttapiṭake Majjhimanikāye Majjhimapaņņāsapāli Gahapativaggo.

Selain dibaca, makna dari teks tersebut akan dibedah oleh Bhikkhu Santacitto dan Bhikkhu Dhammadhiro Mahathera.

Para samanera, atthasilani, dan upasaka-upasika juga akan melaksanakan puasa atthasila selama tiga hari sebagai bentuk pengamalan sila keenam.

Ketua panitia ITC dan Asalha Mahapuja 2568/2024 Bhikkhu Gutadhammo Mahathera menjelaskan, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengedukasi umat Buddha dalam memahami serta cara membaca Sutta yang baik dan benar.

"Mari kita sambut Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja ini dengan antusias dan keyakinan penuh. Karena Asalha sebagai hari pembabaran Dhamma sangat penting bagi umat Buddha," jelasnya, Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: Menjelajahi Surganya Durian di Yogyakarta, Berikut Restoran Penjual Berbagai Olahan Durian Nikmat yang Wajib Dicoba

Ketua Sangha Theravada Indonesia Bhante Subhapannyo Mahathera mengatakan, ITC ini merupakan agenda tahunan sejak 2015 untuk mengulang kembali khotbah Buddha Gautama yang pertama kali kepada lima murid utamanya.

"Khususnya dalam merawat keyakinan umat Buddha dan memberi kita kesempatan untuk mempraktikkan Dhamma dengan mengulang sebanyak 10 Sutta," katanya.

Dia menyebut, kali ini pesertanya lebih banyak dibanding tahun lalu, yakni sebanyak 1.750 orang. Sebetulnya, masih banyak umat Buddha yang hendak mengikutinya.

Namun, ada keterbatasan tempat sehingga dibatasi. Uniknya, banyak samanera atau calon biksu yang mengikutinya.

Kegiatan ini bertajuk 'Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman'. Tema itu sejalan dengan kehidupan berbangsa masyarakat Indonesia.

"Umat Buddha sudah semestinya memiliki kewajaran dalam melihat keberagaman atau perbedaan dengan cara pandang yang lebih luas," jelasnya.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh umat Buddha untuk mengubah cara pandang yang lebih luas dan memadai.

"Sehingga dalam kehidupan bermasyarakat tentunya menjadi solusi bersama agar lebih damai dan sejahtera," sambungnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Supriyadi menambahkan, kegiatan ITC dan Asalha Mahapuja sudah berlangsung sejak lama. Serta menjadi agenda rutin saban tahun yang diselenggarakan di Candi Borobudur.

"Animonya (umat) makin besar. Apalagi ada samaneranya," katanya.

Hal itu selaras dengan program dari Kemenag untuk memberikan pelatihan pabbajja kepada para siswa yang tengah libur sekolah.

Sehingga memberikan kesempatan yang baik bagi para siswa untuk belajar Dhamma.

"Harapannya dapat memberi makna mendalam bagi mereka," imbuhnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Indonesia Tipitaka Chanting #Candi Borobudur Magelang #biksu #Magelang #Asalha Mahapuja #umat buddha #Taman Lumbini #Mungkid