Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Transfer Dana Desa di Kebumen Capai Rp 450 Miliar, Naik Rp 6,3 Miliar dari Tahun Lalu

Muhammad Hafied • Jumat, 12 Juli 2024 | 02:15 WIB

 

Masyarakat Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan bergotong royong membangun jalan lingkungan menggunakan anggaran Dana Desa (DD). (Istimewa)
Masyarakat Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan bergotong royong membangun jalan lingkungan menggunakan anggaran Dana Desa (DD). (Istimewa)


RADAR JOGJA - Alokasi anggaran dana desa (DD) dari pemerintah pusat untuk Kebumen 2024 mencapai Rp 450,6 miliar. Pagu anggaran DD tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 6,3 miliar. Untuk penerimaan DD 2023 senilai Rp 442,2 miliar.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kebumen Cokro Aminoto mengatakan, alokasi anggaran DD di Kebumen setiap tahun terus meningkat. Kondisi ini tak lepas dari akumulasi keterserapan DD serta ketertiban administrasi pemerintah desa. "Kenaikan DD tahun ini 1,5 persen dari tahun lalu. Rerata per desa dapat Rp 1 miliar," ungkap Cokro, Kamis (11/7).


Cokro menyebut, anggaran DD senilai Rp 450,6 miliar tersebut disalurkan untuk 449 desa di Kabupaten Kebumen. Adapun penerimaan DD tertinggi diterima Desa Sampang, Kecamatan Sempor sejumlah Rp 2,1 miliar. Sedangkan penerimaan DD terendah ada di Desa Kedungdowo, Kecamatan Poncowarno senilai Rp 629 juta.


Saat ini penyaluran DD tahun anggaran 2024 telah masuk tahap 2. Secara rinci desa yang sudah menerima DD tahap 2 per 11 Juli 2024 sebanyak 351 desa. Kucuran anggaran dari pemerintah pusat tersebut kini sudah disalurkan melalui rekening kas desa. "Syarat salur DD adalah sudah terserapnya minimal 60 persen dari DD tahap sebelumnya," ungkapnya.


Cokro menjelaskan, ada beberapa skala prioritas penggunaan DD di tahun 2204. Antara lain untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan serta penanganan dan pencegahan stunting.

Selain program tersebut desa pun punya kewenangan menentukan sejumlah program sesuai kebutuhan masyarakat. "Kegiatan pegentasan kemiskinan ekstrem itu berupa BLT-Desa. Penerima manfaat 8.229, pagu anggaran Rp 29,6 miliar," sebutnya.


Kepala Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan Sabit Banani mengaku, penyertaan DD dari tahun ke tahun cukup dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Dia menyebut, penggunaan DD terbukti telah menyasar banyak sektor.

Meliputi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat hingga penyelenggaraan pemerintah. "DD itu stimulan dari pemerintah pusat. Kami tinggal mengalokasikan sesuai kesepakatan bersama masyarakat," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#kebumen #PMD #dana desa