RADAR JOGJA - Ristawati Purwaningsih tak pernah menyangka kariernya terus melejit. Bahkan dia kini dipercaya mengemban amanah sebagai wakil bupati Kebumen. Titik puncak ini diakui tak lepas atas keuletan dirinya ketika berangkat dari seorang bidan.
Awalnya, dia cukup kaget saat ditawari maju Pilkada mendampingi Arif Sugiyanto. Di mana pada waktu itu dirinya masih berstatus ASN. Namun, atas restu orang tua dan keluarga besarnya, Rista kemudian mantap berjuang di jalur pemerintahan menjadi wakil bupati.
Bagi Rista, mengemban amanah sebagai wakil bupati bukan persoalan mudah. Banyak tantangan dan ujian yang harus dihadapi. Dia pun bersyukur, ketika masih bertugas sebagai bidan kala itu kerap mendapat keluhan di luar konteks kesehatan. Hal ini tentu menjadi modal menghadapi segala kemajemukan masyarakat. "Sekarang tugas saya merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," bebernya Jumat (5/7).
Meski di tengah kesibukan sebagai pejabat, Rista tetap tak menanggalkan peran sebagai seorang ibu. Dia harus pintar membagi waktu untuk menjamin kebutuhan masyarakat sekaligus keluarga. "Harus seimbang. Keluarga juga butuh, masyarakat apalagi," ungkapnya.
Memiliki latar belakang bidan, tentu dalam menjalankan tugas di pemerintahan, Rista terus konsentrasi mengawal isu soal kesehatan. Terutama upaya dalam menekan angka stunting. "Kesehatan itu kompleks ya. Tugas saya bagaimana stunting di Kebumen itu terus turun. Kesamaan gender juga perlu diperhatikan," bebernya.
Rista lahir di Banyumas, 13 Oktober 1975. Dia adalah istri mantan Ketua DPRD Kebumen, Cipto Waluyo. Di usia ke 48 tahun ini, dia mengaku ingin terus berkiprah menjembatani kepentingan masyarakat luas. Salah satu melalui jalan pemerintahan.
Secara akademik, Rista mengambil pendidikan sarjana jurusan analis kesehatan dan kebidanan. Dia juga lulusan magister menejemen di STIE Widya Wiwaha Jogjakarta. "Saya kuliah itu anak masih kecil-kecil. Bersyukur semua terlewati dengan baik," ungkapnya.
Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, Rista merupakan ASN di Dinas Kesehatan Kebumen. Tepatnya sejak 2009-2019. Dia dulu bertugas sebagai bidan di Puskesmas Gombong. Lantas, Rista memutuskan mundur dari ASN untuk ikut berkontestasi pada Pilkada 2020. "Waktu itu usia belum memungkinkan pensiun dini. Bismillah ikut Pilkada, ternyata menang," ucapnya.
Dari segi pengalaman, Rista juga aktif di berbagai organisasi. Antara lain Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Lalu, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Dia pun ditunjuk sebagai pengurus partai sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen. Prestasi juga telah banyak ditorehkan Rista, terutama di bidang kesehatan.
Baca Juga: Haluan Kapal Bocor di Pantai Lembupurwo Kebumen, Tiga ABK Terancam
Terbaru, dia terpilih sebagai bidan inspiratif tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan HUT ke-73 IBI pada akhir Juni lalu. "Sebenarnya tidak cukup sampai sini saja. Sebagai bidan juga harus memberikan manfaat lebih kepada masyarakat," tandasnya. (fid/eno)