Meski, ada bagian yang dapat mempengaruhi akses wisatawan ke area tersebut.
"Kunjungan tetap berjalan baik, begitupula dengan layanannya. Apalagi saat ini musim libur sekolah," katanya, Kamis (4/7/2024).
Mardijono menjelaskan, lebih dari 10 ribu pengunjung tersebut terjadi sejak hari pertama libur sekolah dan berasal dari berbagai daerah.
Menurutnya, momentum tersebut dimanfaatkan oleh keluarga maupun sekolah untuk berwisata ke sejumlah destinasi, termasuk Candi Borobudur. Hal itu praktis dapat mendongkrak jumlah kunjungan.
Kendati begitu, kuota untuk naik ke struktur Candi Borobudur masih dibatasi, yakni 1.200 orang. Atau 150 orang dalam satu waktu dan dibagi menjadi delapan sesi, mulai pukul 08.30–16.30.
Pengunjung akan mendapatkan sandal upanat dan pendampingan pemandu wisata selama naik candi.
Dia menambahkan, saat ini lokasi parkir berada di luar kompleks Candi Borobudur. Tepatnya di Dusun Janan dan Ngaran. Masing-masing lokasi parkir itu dapat menampung hingga 150 kendaraan.
Baca Juga: Susah Payah Petugas Pantarlih demi Validasi Data Pemilih
Pengembangan area parkir tersebut merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan, fasilitas, serta kenyamanan pengunjung.
Pun, dengan banyaknya kunjungan ke Candi Borobudur ini berdampak pada tingkat hunian di balai ekonomi desa (balkondes), homestay, maupun hotel di kawasan Borobudur.
"Jadi, dapat memberikan multiplier effect kepada sektor lain. Bahkan sepertinya kunjungan libur sekolah ini lebih banyak daripada libur Lebaran," ungkapnya.
Seorang pengunjung asal Bogor Fanny Rachma mengaku, sengaja datang ke Candi Borobudur untuk mengajak anak-anaknya berwisata.
"Baru pertama kali ke sini. Mumpung anak-anak libur sekolah, jadi sekalian liburan ke sini," ungkapnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita