PURWOREJO - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melibatkan dua kendaraan yaitu sepeda motor dan truk dump terjadi di depan SD Negeri Popongan Jalan Purworejo-Jogja pada Senin (1/7/2024) pagi.
Satu korban meninggal dunia (MD) dalam laka tersebut.
Kanit Gakkum (Penegakkan Hukum), Satlantas Polres Purworejo Ipda Bobby Pangestu Nugroho mengatakan, korban MD adalah Said Budi Utomo, (45), asli Boyolali berboncengan dengan istri dan kedua anaknya.
Istri bernama Septi Rahayu, (40), anak pertama Mursyidan Muhammad, (5), dan anak kedua Putri Aprilia, (3).
"Mereka hendak ke acara keluarga istri di Desa Jatingaran, Bayan, Purworejo dari Desa Demangan, Sambi, Boyolali. Membawa banyak barang (tas)," ungkapnya saat ditemui Senin (1/7/2024).
Korban Said Budi Utomo meninggal dunia di RSUD Tjitrowardojo karena cidera di kepala.
Sedangkan, ketiga korban lain yakni istri dan kedua anaknya dibawa ke RS Amanah Umat untuk mendapatkan perawatan.
"Untuk istri dan anak pertama korban sudah sadar, kalau yang anak kedua masih belum sadar," ujarnya.
Dia menyampaikan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 di Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip, Purworejo di depan SD Negeri Popongan seberang Makam Umum Tegal Widoro.
Kecelakaan bermula ketika sepeda motor honda Vario nomor polisi (nopol) AD 4512 ZD melaju dari arah Jogja ke Purworejo dengan kecepatan 60 km/jam.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pengendara sepeda motor hendak mendahului motor di depannya dan melebihi marka jalan.
Di waktu yang sama, dari arah berlawanan melaju truk dump nopol AA 1781 FC yang dikendarai oleh Maesaroh, (46), dan kecelakaan tidak bisa dihindarkan.
"Kecepatan truk normal 40 km/jam," jelasnya.
Ipda Bobby mengimbau kepada masyarakat, jika hendak bepergian jarak jauh lebih baik menggunakan kendaraan umum atau kendaraan roda empat agar lebih safety.
"Karena kalau roda dua tidak direkomendasikan untuk jarak jauh," pesannya.
Sementara, pedagang dawet ireng sekitar TKP Wandesi Krisdiyanti saat ditemui Radar Jogja menyebut, dia tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.
Sebab, dia baru sampai untuk berdagang. "Kalau kejadian pastinya tidak tahu, tapi saya sempat melihat korban sudah tergeletak di jalan (TKP)," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita