MAGELANG - Banyaknya hajatan, tidak membuat para pedagang di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang kecipratan berkah. Mereka justru mengeluh karena sepinya pembeli. Hal itu berakibat pada menurunnya omzet pedagang.
Kondisi tersebut dialami oleh pedagang sembako bernama Rahmawati, 41. Biasanya, setelah Idul Adha, dia kerap menerima pesanan berupa paket sembako untuk acara pernikahan. Isinya bervariasi, mulai dari tepung terigu, telur, gula, dan lainnya.
Bahkan, setiap jenis sembako nilainya mencapai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Hanya saja, hingga saat ini, dia belum mendapat pesanan. "Biasanya kalau musim nikah, ramai yang beli sembako. Tapi sekarang nggak ada," sebutnya, Minggu (30/6).
Baca Juga: Justin Hubner Masuk Pada Menit Akhir, Cerezo Osaka Sikat Nagoya Grampus Eight
"(Stok beras ketan) 5 kuintal untuk 2 minggu. Beras ketan kalau ramai sehari paling 50 kilogram sampai 100 kilogram," imbuhnya.
Dia menduga, sepinya penjualan saat ini bersamaan dengan kebutuhan masyarakat untuk membayar sekolah anaknya.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kota Magelang Syaifullah mengatakan, Pasar Rejowinangun masih tetap ramai seperti biasanya. Komoditas untuk kebutuhan sehari-hari juga tetap laris manis.
"Kalau pakaian, bala pecah karena kebutuhan sekunder bisa (sepi). Kalau beberapa komoditas kebutuhan sehari-hari ramai," kata Syaiful. (aya)