KEBUMEN - Seekor sapi milik Dasikin warga Desa Surorejan, Kecamatan Puring ditemukan mati usai kandang terbakar hebat.
Sapi bunting tersebut tewas tersetrum akibat korsleting listrik sebelum api melahap habis seluruh isi kandang. Kobaran api diketahui pada Selasa (25/6) dini hari sekira pukul 03.30.
Plt Kasi Humas Polres Kebumen Aiptu Nanang Faulatun menjelaskan, pemicu kebakaran kandang diduga akibat korsleting listrik. Sebab, pemilik sapi sempat mendengar suara letupan cukup keras.
Baca Juga: Inalillahi! Pendiri Geng Legendaris Jogja Joxzin Meninggal Dunia
Baca Juga: Satu Anak Dibekuk Polisi, Empat Lainnya Diburu karena Terlibat Penganiayaan dengan Senjata Tajam
Suara tersebut diketahui bersumber dari kabel PLN yang putus dan mengenai tanah. "Saat itu pemilik kandang atau korban tengah tidur. Lalu terbangun karena mendengar suara letupan dari arah kandang. Saat dicek, kandang kebakaran," jelasnya.
Melihat kandang sapi miliknya terbakar, korban lalu melaporkan ke Polsek Puring. Tak lama kemudian petugas bersama tim pemadam kebakaran (Damkar) mendatangi lokasi untuk proses pemadaman api.
Namun, ternak milik korban tetap tak bisa diselamatkan. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian material sekitar Rp 30 juta.
Nanang menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kuat dugaan kebakaran akibat kabel PLN meledak terkena batang pohon lalu menyambar kandang sapi.
Baca Juga: Marak Beredar Rokok Ilegal di Gunungkidul, Satpol PP Temukan 243 Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai
Baca Juga: Libur Panjang Bingung Mau ke Mana, Berikut Beberapa Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja
"Api bisa dipadamkan setelah tim Damkar menerjunkan mobil pemadam," ucapnya.
Selain kebakaran, peristiwa lain juga menimpa rumah milik warga Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah. Rumah milik Hamdan tersebut diketahui tertimpa pohon kelapa pada Senin (24/6) sekira pukul 13.00.
Pohon kelapa tepat di belakang rumah tumbang akibat tertiup angin sehingga menimpa atap dapur dan kamar mandi rumah korban. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Diperkirakan mengalami kerugian material Rp 2,5 juta," ungkap Nanang. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo