MUNGKID - Pemkab Magelang mengadakan job fair di pendopo lapangan drh Soepardi Mungkid selama dua hari, 25-26 Juni 2024.
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 60 perusahaan, baik online maupun offline, dengan menawarkan sekitar 3.200 lowongan pekerjaan (loker).
Job fair tersebut diadakan untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Magelang.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang Rina S Nasution menyebut, dari 60 perusahaan yang berpartisipasi, di antara 40 perusahaan mendirikan stan di job fair ini. Artinya, 20 perusahaan lainnya membuka melalui online.
"Kami telah menggandeng berbagai perusahaan dengan berbagai kualifikasi, mulai dari lulusan SMP hingga S1," katanya, Selasa (25/6/2024)
Rina menjelaskan, dari puluhan perusahaan tersebut, ada sekitar 3.200 lowongan pekerjaan (loker). Masing-masing perusahaan memiliki kualifikasi yang berbeda.
Namun, ada juga perusahaan yang membutuhkan pekerja dengan ijazah terakhir minimal SMP. Ada pula dengan ijazah S1.
Umumnya, para pencari kerja akan membawa beberapa persyaratan yang dibutuhkan. Seperti ijazah, kartu kuning, surat lamaran pekerjaaan, dan lain-lain.
"Kami sudah menyediakan barcode yang berisi informasi lowongan atau posisi di perusahaan itu apa saja," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di Kabupaten Magelang selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan.
Pada 2021, angka TPT mencapai 5,3 persen. Lalu, pada 2022, turun menjadi 4,97 dan pada 2023 turun lagi menjadi 4,42 persen.
Kendati sudah terjadi penurunan angka TPT selama tiga tahun terakhir, namun para pencari kerja diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengisi kekosongan posisi yang dibutuhkan di masing-masing perusahaan.
"Semoga TPT semakin berkurang. Harapannya nanti dipenghitungan bulan Agustus tahun ini, bisa turun lagi (angka TPT)," jelasnya.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengutarakan, job fair menjadi satu upaya untuk memfasilitasi para pencari kerja dan pemberi kerja agar bertemu secara langsung.
"Harapannya job fair ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah Kabupaten Magelang," terangnya.
Dengan penurunan angka pengangguran, maka selanjutnya dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, Sepyo berpesan, job fair ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Baik bagi pencari maupun pemberi kerja.
Dia menambahkan, selama tiga tahun terakhir, TPT di Kabupaten Magelang menurun. Penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja keras bersama.
Termasuk pelatihan wirausaha dan job fair sebagai bagian dari pelayanan peningkatan kerja.
"Selama 2023, tercatat ada 1.471 pencari kerja yang berhasil memperoleh kesempatan kerja," tambahnya.
Dari jumlah itu, sebagian besar bekerja di sekitar Kabupaten Magelang. Seperti Temanggung, Salatiga, Sleman, Semarang, hingga Solo.
Lalu, sebanyak 30,14 persennya bekerja di luar negeri. Dengan negara tujuan seperti Hongkong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan lainnya.
Kemudian, sekitar 3,6 persennya bekerja di luar Jawa. Seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, dan lainnya.
"Oleh karena itu, saya minta kepada disperinnaker untuk memfasilitasi para pencari kerja dan memberikan pembekalan-pembekalan terkait bidang pekerjaan," paparnya.
Sepyo juga meminta disperinnaker untuk mendata masyarakat Kabupaten Magelang yang belum bekerja.
"Kemudian, dengan kegiatan ini (job fair), berapa tertarik dan berapa yang bisa terserap. Agar menjadi tolok ukur penurunan TPT," imbuhnya. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita