Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Pilkada 2024, Tokoh Agama Buddha Magelang Bante Pannavaro Berharap Pemimpin Seperti Ini..

Naila Nihayah • Senin, 24 Juni 2024 | 21:15 WIB
BERBINCANG: Kepala Vihara Mendut Bante Sri Pannavaro Mahathera saat menemui ketua Bawaslu dan komisioner KPU Kabupaten Magelang untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), Senin (24/6/2024).
BERBINCANG: Kepala Vihara Mendut Bante Sri Pannavaro Mahathera saat menemui ketua Bawaslu dan komisioner KPU Kabupaten Magelang untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), Senin (24/6/2024).

MUNGKID - Seorang tokoh kenamaan agama Buddha di Kabupaten Magelang, Bante Sri Pannavaro Mahathera angkat bicara soal kriteria calon pemimpin yang baik. Dalam pandangan spiritual, seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri.

Kepala Vihara Mendut itu mengutarakan, ketika sudah mampu melakukannya dengan baik, praktis dapat memberikan kontribusi yang baik untuk memimpin suatu daerah.

"Namun, ketika sulit untuk memimpin dirinya sendiri, bagaimana (bisa) memimpin (daerah) dengan baik," kata dia di kediamannya, Senin (24/6/2024).

Dia mengajak para bakal calon pemimpin, terutama di Kabupaten Magelang untuk tidak berhenti memimpin diri sendiri dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat membawa Kabupaten Magelang ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Pada Pilkada 2024 ini, dia berharap bisa berjalan dengan tertib, aman, dan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

"Semuanya tentu demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara ini," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang mulai melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) secara simbolis kepada beberapa tokoh agama dan masyarakat di wilayahnya. Termasuk kepada Bante Pannavaro.

Komisioner KPU Kabupaten Magelang Anas Khoir Udin mengatakan, coklit dilaksanakan mulai 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Coklit secara simbolis dilakukan oleh sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

"Sehingga diharapkan mereka dapat mengajak masyarakat untuk menyukseskan coklit," katanya.

Petugas panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih) pun harus menjalankan tugasnya dengan baik.

Dengan begitu, tidak ada masyarakat yang terlewat saat proses coklit berlangsung. Serta dapat memastikan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Pada Pemilu 2024 lalu, DPT Kabupaten Magelang berjumlah 1.007.591 orang yang tersebar di 21 kecamatan.

Sementara untuk daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) pada Pilkada 2024 berkurang menjadi 1.004.518.

"Lebih sedikit (jumlah yang di-coklit). Karena penetapan (DPT) jaraknya agak lama dengan pemilu. Sehingga ada beberapa pemilih yang tidak menemuhi syarat (TMS), seperti meninggal ataupun pindah domisili," sebutnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bakal calon pemimpin #Kabupaten Magelang #KPU Kabupaten Magelang #coklit #buddha #daftar pemilih tetap #Mungkid #pantarlih #tokoh agama buddha #tokoh agama