PURWOREJO - Kabupaten Purworejo berpotensi terjadi Gempa Megatrust karena termasuk wilayah pesisir selatan dan dekat dengan lempeng megathrust. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Bajarnegara menggelar Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami di Purworejo, Rabu (19/6).
Sekolah lapang tersebut diselenggarakan di Desa Girirejo Kecamatan Ngombol. Kepala Stasiun Geofisika Bajarnegara Hery Susanto Wibowo menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan penguatan UPT BMKG dan BPBD serta para stakeholder dalam memahami rantai peringatan dini gempabumi dan tsunami.
”Tujuannya untuk menguatkan koordinasi antara UPT Geofisika sebagai perpanjangan tangan BMKG pusat dengan stakeholder BMKG di daerah," tegasnya Rabu (19/6).
Baca Juga: Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan, Antisipasi Konflik Pilkada 2024 Barjalan Lancar
Selain itu, untuk membangun sikap tanggap gempa bumi dan tsunami bagi masyarakat dan sekolah. Pun, mewujudkan masyarakat siaga tsunami yang diakui secara nasional maupun secara internasional.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG Daryono. Dia mengatakan, dari hasil kajian dan penelitian oleh para ahli, Purworejo merupakan salah satu zona potensi gempa dan tsunami di pesisir selatan.
"Itu karena terdapat sumber gempa megatrust yang berpotensi bisa mencapai kekuatan 8,7 magnitudo," ungkapnya. Untuk itu, dia berharap masyarakat tidak boleh lengah dengan adanya potensi tersebut. Mengingat, potensi gempabumi besar dan tsunami yang karateristiknya low frequency high impact.
Baca Juga: Diduga Kecelakaan Tunggal, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Buk Jambidan
Baca Juga: Abdul Halim Muslih Bantah Pernyataan Joko Purnomo soal Pisahnya Mereka pada Pilkada Bantul 2024
Sementara, Bupati Purworejo Yuli Hastuti sangat menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Sebab, menjadi salah satu upaya antisipasi dalam menghadapi kemungkinan bencana. "Selain itu, dapat meminimalisasi terjadinya korban dan saat tanggap darurat bencana dapat dilakukan cepat, tepat, efektif, dan efisien," ujarnya.
Diungkapkan, Kabupaten Puworejo memiliki wilayah pantai sepanjang 25 kilometer dari perbatasan Kabupaten Kulonprogo hingga perbatasan Kebumen. "Pantai di Purworejo langsung Samudera Indonesia dan sangat berpotensi terjadinya bencana khususnya tsunami," sebutnya.
Dia menambahkan, bencana selalu memberikan dampak kejutan dan menimbulkan banyak kerugian, baik harta benda maupun jiwa. Untuk itu, dia berharap masyarakat agar lebih tidak lengah dan dengan adanya sekolah lapang tersebut masyarakat jadi lebih waspada. (han)
Editor : Heru Pratomo