PURWOREJO - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Purworejo merayakan Idul Adha dengan penuh kebersamaan. Daging kurban yang ada diolah dan dimakan bersama oleh para warga binaan.
Kepala Rutan Purworejo Eko Ari Wibowo menyampaikan, tahun ini ada tujuh ekor kambing yang disembelih di Rutan Purworejo. Tujuh ekor kambing tersebut satu berasal dari Bupati Purworejo dan satu dari Polres Purworejo, sisanya dari para pegawai Rutan Purworejo.
"Lima ekor dipotong di hari pertama Idul Adha, sedang dua ekor dipotong Selasa (18/6/2024)," katanya, Selasa (18/6/2024).
Seperti tahun sebelumnya, daging kurban dimasak dan dinikmati oleh seluruh warga binaan Rutan Purworejo. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong dan kebersamaan dari warga binaan.
"Kemarin satai dan gulai kambing sekarang diolah jadi rica-rica," ujarnya.
Eko menjelaskan, proses pengolahan daging kurban menjadi satai, mulai dari pemotongan, penusukan, dan pembakaran daging hingga menjadi satai dilakukan oleh warga binaan.
Adapun warga binaan tersebut adalah warga binaan yang telah dipilih dari asesmen dan penilaian kepribadian baik selama berada di Rutan Purworejo.
"Satai yang matang kemudian dibagikan kepada seluruh WBP di kamar masing-masing," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihak Rutan Purworejo berupaya ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk merasakan suasana kebersamaan dan partisipasi aktif dalam perayaan hari raya kurban tahun ini.
Terlebih, warga binaan sudah lama tidak merasakan hangatnya kebersamaan dalam suasana perayaan hari-hari besar.
"Itu menjadi bagian dari program pembinaan kami juga. Yaitu, untuk membangun kepribadian yang lebih baik dan rasa tanggung jawab," terangnya.
Menurutnya, kegiatan membakar dan makan sate bersama menjadi ajang bagi warga binaan untuk saling berinteraksi dan mempererat tali persaudaraan.
"Alhamdulillah, kegiatan tersebut berhasil menciptakan suasana yang penuh keceriaan dan keharmonisan di dalam rutan," ungkapnya.
Eko berharap, kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai nilai-nilai positif oleh warga binaan. "Semoga semakin memahami arti penting kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai," harapnya.
Salah satu warga binaan berinisial AR memgaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut momen berharga karena bisa berkumpul dan bersenang-senang bersama.
"Rasanya seperti di rumah, senang dan sangat berterima kasih karena telah diberikan kesempatan merasakan momen ini," ucapnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita