PURWOREJO - Warga Kelurahan Cangkrep Lor RT 04/RW 06, Kecamatan/Kabupaten Purworejo tetap melestarikan tradisi membungkus daging kurban menggunakan besek setiap Hari Raya Idul Adha.
Tradisi ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik dan menjaga kualitas daging kurban itu sendiri.
Pantauan Radar Jogja, Senin (17/6/2024) di RT 04/RW 06 Cangkrep Lor, puluhan besek berjejer rapi sengaja disiapkan oleh warga untuk membungkus daging kurban di lokasi pemotongan hewan kurban.
Alih-alih menggunakan kertas, daun jati dipilih sebagai alas daging agar lebih ramah lingkungan.
Warga dari berbagai usia, mulai dari remaja hingga dewasa, antusias bergotong royong membagi potongan hewan kurban untuk didistribusikan kepada warga sekitar.
Seorang warga Fathurrozi Al Dhani mengatakan, penggunaan besek sudah menjadi tradisi sejak lama di wilayah tersebut.
"Sudah sejak dulu menggunakan besek, untuk mengurangi sampah plastik," katanya kepada Radar Jogja Senin (17/6/2024).
Dhani menjelaskan selain lebih ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik, penggunaan besek dan daun jati juga bertujuan untuk menjaga agar daging kurban tetap berkualitas, lebih higienis dan dipercaya membuat daging lebih awet.
Menurutnya, tradisi ini dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena kantong plastik sulit diurai dan berpotensi membahayakan kesehatan saat digunakan sebagai bungkus makanan.
"Alhamdulillah tahun ini di wilayah kami ada satu ekor sapi kurban. Kami bagikan ke warga sekitar tadi ada sekitar 90 bungkus daging kurban," ujarnya.
Baca Juga: Lagu Ku Jaga Diriku untuk Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual Sejak Dini
Sementara, pantauan di lokasi lain di Purworejo masih banyak masyarakat yang menggunakan kantong plastik untuk pendistribusian daging kurban.
Salah satu panitia kurban di wilayah Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo Sardi menyebut, di tempatnya menggunakan kantong plastik untuk membagikan daging kurban.
Alasannya, lebih praktis dan mudah didapatkan. "Kalau pakai besek atau daun harus mencari dulu. Membutuhkan waktu lebih lama, kalau kantong plastik tinggal beli di warung. Lebih cepat dan pasti ada," tambahnya. (han)
Editor : Winda Atika Ira Puspita